Lombok Utara (NTB), utarapos.com – Pewmerintahan Desa (Pemdes) Pansor melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dalam rangka penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2025, bertempat di Kantor Desa setempat, Kamis (22/5/2025)
Kepala Desa Pansor Airman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memasukkan program-program yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, termasuk ketahanan pangan yang diharapkan dapat mencakup minimal 20 persen dari nominal transfer dari Dana Desa (DD).
“Musdesus penetapan APBDes merupakan langkah penting bagi pemerintah desa Pansor untuk memastikan pelaksanaan program wajib, yaitu ketahanan pangan,” jelas Airman.
Ia menambahkan, dalam musyawarah tersebut, juga dibahas alokasi anggaran untuk koperasi desa “Merah Putih” serta Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), meskipun jumlah besaran dukungan anggaran untuk kedua lembaga ini masih perlu dirundingkan lebih lanjut. Airman menekankan pentingnya dukungan anggaran ini mengingat ini merupakan program nasional.
“Minimal 20 persen dari DD akan dialokasikan untuk Bumdes, termasuk dalam program ketahanan pangan. Kami berharap, Bumdes dan koperasi ini dapat menjadi lembaga yang mendorong kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat Desa Pansor,” tambahnya.
Selain itu, Airman juga menyatakan bahwa koperasi “Merah Putih” telah terbentuk dan perlu dilakukan kesepakatan mengenai besaran simpanan pokok dan simpanan wajib anggotanya.
Dirinya berharap, Musdesus ini dapat melibatkan seluruh masyarakat, termasuk RT/RW, dalam proses penganggaran dan memberikan masukan terkait program yang akan diakomodasi dalam APBDes 2025.
“Proses penetapan APBDes telah melalui beberapa tahapan, mulai dari musyawarah awal hingga penggalian informasi agar semua aspirasi masyarakat dapat tertampung. Ketahanan pangan minimal 20 persen dari nominal DD akan menjadi fokus utama kami,” tambah Airman lagi
Dengan semangat untuk memajukan koperasi dan Bumdes, Airman menekankan harapannya agar kedua lembaga ini dapat berfungsi secara optimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pansor.
“Masyarakat Desa Pansor kini menunggu keputusan akhir musyawarah ini, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal dan ketahanan pangan desa” pungkas Airman (lai)











