Lombok Utara (NTB), Utarapos.com – Berdasarkan Keputusan Menteri Desa PDT RI Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan. Kepmendes ini dikeluarkan untuk mewujudkan swasembada pangan di desa, sehingga dana desa dialokasikan minimal 20% untuk program ketahanan pangan desa.
Terhadap kebijakan tersebut, pemerintah desa (Pemdes) di seluruh Indonesia perlu membuat terobosan program yang mendukung ketahanan pangan di desa masing-masing. Merealisasikan ketahanan pangan, Pemdes Kayangan menginisiasi Posyandu Ternak sebagai upaya mendukung swasembada pangan di desa setempat, Selasa (3/6/2025).
“Kami dari Pemdes Kayangan menganggarkan lebih 35 % untuk mendukung ketahanan pangan di desa, dimana 20 % di antaranya dalam bentuk penyertaan modal kepada BUMDes atau sekira Rp.280 juta. Sementara 15 % untuk mendukung sarana dan prasarana pertanian. Program kita hari ini adalah Posyandu Ternak sebagai bagian dari program ketahanan pangan,” ungkap Kepala Desa Kayangan, Edi Kartono, S.E.
Menurut Edi, jumlah populasi ternak di Desa Kayangan cukup signifikan yaitu kira-kira 3.000 ekor, sehingga tidak menutup kemungkinan banyak ternak warga yang mengalami sakit. Oleh karena itu, Kehadiran Posyandu Ternak diharapkan dapat meningkatkan kesehatan hewan ternak. Apalagi mayoritas masyarakat Desa Kayangan berprofesi sebagai petani sekaligus peternak.
“Kami berharap program ini dapat mencegah munculnya penyakit ternak, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sudah banyak merugikan peternak pada tahun 2024,” ujarnya.
Kades Kayangan ini lantas memaparkan, pada 2024 banyak peternak di desanya terpaksa menjual sapi mereka dengan harga yang relatif murah akibat terpapar penyakit.
“Seperti sapi semental yang seharusnya seharga 25 juta, karena kena PMK, terpaksa dilelang dengan harga sekira 10 s/d 15 juta/ekor. Nah, hal ini sangat merugikan masyarakat kami,” ucapnya.
Berdasarkan pengalaman setahun sebelumnya, tutur Edi, Pemdes Kayangan telah mengalokasikan anggaran untuk posyandu ternak dengan tujuan supaya tidak ada lagi ternak warga kena penyakit PMK. Sasaran utama Posyandu Ternak yaitu sapi, kerbau dan kambing. Dengan program ini, Pemdes setempat mengharapkan kesehatan hewan ternak di Desa Kayangan dapat terjaga, sehingga para peternak tidak lagi mengalami kerugian akibat PMK dan penyakit lainnya.
“Pelaksanaan program posyandu ternak ini agar membawa dampak positif bagi peternak lokal, di samping mendukung ketahanan pangan di Desa Kayangan ini,” tutupnya. (lai)











