Genjot Kemandirian Pangan, BUMDes Merenten Sesait Luncurkan Inovasi Usaha

Sekretaris BUMDes Merenten, Desa Sesait Wiriantara Haris Supan, S. Akun. M.M,.

Lombok Utara (NTB), Utarapos.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Merenten Sesait meluncurkan sejumlah unit usaha guna menggenjot perkembangan ekonomi desa. Sejumlah unit usaha BUMDes setempat menghadirkan produk unggulan pertanian terdiri dari coklat, kopi, dan cengkeh. Ada pula unit usaha budidaya ternak ikan lele. Sejumlah inovasi tersebut dihadirkan sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan sumber daya alam di wilayah Desa Sesait.

Sekretaris BUMDes Merenten, Wiriantara Haris Supan, S. Akun. M.M,. mengungkapkan bahwa pemilihan produk unggulan seperti coklat, kopi, cengkeh, dan ikan lele didasarkan pada potensi lokal dan ketersediaan sumber daya alam.

“Walaupun posisi kebun kami terletak di daerah yang lebih tinggi, banyak masyarakat yang memiliki lahan di wilayah ini,” ujarnya kepada Jurnalis Utarapos, Jumat (4/7/2025).

Seyogianya, kata Wiriantara, BUMDes Merenten juga berdiskusi dengan para petani membicarakan mekanisme untuk menjalin kerjasama sebagai pemasok.

“Alhamdulillah, setelah dua bulan beroperasi, kami telah berhasil mengakuisisi aset yang kini nilainya mencapai 2,5 miliar dari unit usaha PAMdes,” jelasnya.

Menurut Wiriantara, Pemerintah Desa (Pemdes) Sesait telah mengalokasikan Dana Desa (DD) sebesar 20 persen dikelola oleh BUMDes untuk ketahanan pangan desa. Pada masa mendatang, pihaknya selaku pengelola BUMDes mempunyai planing memprogramkan kegiatan usaha yang menyentuh dan berdampak dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami ingin kehadiran kami dinanti dan dirasakan oleh warga. Contohnya penyediaan bibit, pupuk hingga kebutuhan petani secara khusus guna menunjang hasil panen yang optimal,” sergahnya.

Dalam pada itu, Sekretaris BUMDes Merenten ini menyebut bahwa pasca panen pun pihaknya ingin hadir menjadi wadah para petani untuk mempromosikan maupun menjual hasil panen. Kemudian pihaknya akan memproses sumber daya lokal menjadi produk asli desa setempat.

“Melalui BUMDes akan dilabeling dengan merek asli desa setempat dan hal-hal lainnya. Maka, swasembada pangan khususnya di Desa Sesait akan mudah kami capai,” beber Wiriantara.

Dalam jangka panjang, masih kata Wiriantara, pihaknya berharap BUMDes Merenten dapat berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan di Desa Sesait.

“Kami ingin petani di desa ini memiliki peran yang signifikan dalam produksi beras,” pungkasnya.

Dipaparkan pula, bahwa BUMDes Merenten menganggarkan modal awal sebesar Rp.50 juta dari DD untuk tahap pertama. Kemudian juga merencanakan untuk mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp.320 juta untuk pembiayaan ketahanan pangan pada tahap kedua. Harapannya, tandas Wiriantara, badan usaha desa setempat berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta pembangunan desa pada masa mendatang. (lai)

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *