Lombok Utara (NTB), Utarapos.com — PAGI-PAGI, mentari di ufuk timur mulai menyingsing hendak menyirkulasi bumi, awak media ini menyisir wilayah Desa Salut Kayangan. Menyusuri kepingan jalan setapak sambil menyerunai kemilau matahari pagi. Udara pagi yang sejuk bikin betah berlama-lama mengelilingi wilayah setempat. Tak lama kemudian sampai di tempat tujuan-pusat pemerintahan Desa Salut, langsung menemui Pak Bahrudin, sang pucuk pimpinan desa setempat.
Pagi itu, pak Bahrudin tampak segar, raut wajahnya cerah sumringah serta tampilannya tegap dan sigap. Awak media ini kemudian menyapanya di ruang kerjanya. Ia menyambut hangat kedatangan kami. Tanpa banyak basa basi apalagi retorika yang njelimet, kami langsung ke topik masalah yang ingin kami korek, kami langsung melontarkan pertanyaan seputar kondisi akses air bersih di wilayah desa setempat.
Dalam suasana santai tapi fokus, ia memberikan penjelasan yang rinci dan berurutan. Pak Bahrudin, mengaku syukur bahwa akses air bersih bagi warganya sudah normal. Bahkan ia menuturkan akses air bersih sudah memiliki jaringan pipa ke masing-masing dusun di desanya.
Menurut Kades Salut ini, bahwa pemerataan air bersih ke semua dusun dengan memperluas jaringan pipa jadi upaya penting pihaknya untuk meningkatkan akses air bersih bagi, warganya. Langkah ini bertujuan memastikan ketersediaan air bersih yang layak dan berkelanjutan.
“Awalnya kemarin jaringan akses air ada yang gabung antar dusun. Contoh katakanlah Dusun B memiliki jaringan sementara dusun C tak punya sehingga gabung dengan Dusun B. Sekarang Alhamdulillah tiap dusun sudah punya jaringan, sehingga warga kami dapat menikmati air bersih. Sekarang sudah luar biasa tidak ada kendala, bahkan ada beberapa dusun tidak mampu menampung air karena debit airnya melimpah,” ceritanya kepada awak media ini.
Pemdes.Salut, kata dia, memberikan porsi perhatian yang serius dengan memberikan gaji pekasih. Begitu pun petugas lapangan juga diupah kendati tidak besar. Prinsipnya Pemdes memberikan perhatian kepada mereka.
“Kalau dibilang lagi mungkin terlalu lamalah karena memang satu bulan itu kita kemarin sepakati Rp600. 000 per bulan. Ada sebanyak enam orang dari 7 orang. Nah sumber dana itu nanti kita pungut iuran dari masyarakat. Terhadap masalah air ya bisa dimanfaatkan masyarakat itu sendiri. Kemudian ada juga 1.000 rupiah masuk ke desa. Uang itu nanti akan dikembalikan ya untuk PADes-nya. Uang seribu itu nanti kita pungut per KK (pelanggan). Kegunaannya nanti kita banyak kegiatan di desa, mulai dari kegiatan karang taruna dan lain-lainnya. Dana itu nanti bisa cepat kita manfaatkan. Ketika iuran 1.000 per pelanggan kayak tahun kemarin. Artinya kita sudah mulai laksanakan 2023 terus 2024. Alhamdulillah membantu kami di desa karena memang banyak kegiatan yang tidak bisa dianggarkan dari anggaran Desa, terutama kegiatan pemuda kemudian olahraga,” beber Bahrudin panjang lebar.
Pemdes Salut pun bersyukur karena pengurus PAMDes bersama BPD, pengurus BUMDes mengadakan rapat terkait pertanggungjawaban pengurus PAMDes. Pihaknya pun mengaku pada 17 Juni malam sudah mengadakan rapat koordinasi dengan semua pihak. Rapat itu membahas pengurusan air menjadi salah satu unit usaha BUMDes. Artinya sekarang PAMDes dinaungi oleh BUMDes, karena badan usaha desa ini telah memiliki payung hukum.
“Dengan BUMDes punya payung hukum kita enak memberi kepercayaan untuk mengelola air bersih karena sudah ada jelas regulasinya. Kami juga di desa nantinya akan membuat Perdes terkait masalah penggunaan dana dari iuran pemakai air bersih. Dalam perdes nantinya akan kita atur porsi alokasi anggaran untuk apa saja. Untuk pengurus sekian persen, untuk pemeliharaannya sekian persen dan sebagainya. (lai)











