Lombok Utara (NTB), utarapos.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Salut menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2026 di aula Kantor Desa Salut, pada Rabu (21/01/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tenaga Ahli (TA) Kabupaten yang diwakili oleh H. Khusnul Aziz, Camat Kayangan melalui pejabat Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kasi PMD), Kepala Desa Salut Bahrudin, S.Pd., Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Suparlan, S.Pd., Sekretaris Desa Umar Asuhandi, S.Pd., perwakilan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kayangan, perangkat kewilayahan, kader posyandu, karang taruna, tokoh agama (toga), dan tokoh masyarakat (toma) desa Salut.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bahrudin menyampaikan bahwa, visi dan misi Presiden Prabowo terhadap pengalokasian dana desa selama enam tahun ke depan. Dana desa dialokasikan untuk mendukung program “Koperasi Desa Merah Putih” (KDMP) mulai tahun 2026 hingga 2032, sehingga terjadi pengurangan anggaran desa.
“Tahun 2026, anggaran dana desa dari pemerintah pusat sebesar Rp 59 triliun untuk seluruh desa di Indonesia, dengan alokasi sebesar 41% untuk dana reguler desa dan 59% untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Bahrudin.
Namun, Bahrudin menambahkan bahwa Kabupaten Lombok Utara mengalami penurunan pagu dana desa yang diterima. Sementara itu, Pemerintah Daerah memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 70 juta untuk mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati, yang dialokasikan untuk pengadaan sepeda motor dinas bagi perangkat kewilayahan. Sepeda motor dinas ini akan diterima oleh seluruh perangkat kewilayahan dalam lima tahun ke depan.
Lebih lanjut, Bahrudin menjelaskan, “Dengan kondisi penurunan anggaran desa, kami tidak dapat mendanai seluruh kegiatan sesuai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa secara maksimal. Kami hanya bisa menganggarkan kegiatan sesuai dana yang tersedia.”
Mengacu pada Permendes Nomor 16 Tahun 2025 tentang Fokus Penggunaan Dana Desa 2026, anggaran desa akan difokuskan pada beberapa kegiatan prioritas, yaitu Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), penguatan ketahanan pangan, ketahanan iklim dan tangguh bencana, layanan dasar kesehatan, layanan digital dan teknologi desa, serta dukungan Koperasi Desa Merah Putih yang paling besar menyerap anggaran, yaitu sebesar Rp680 juta.
“Kegiatan lain yang menjadi visi dan misi kepala desa seperti pembangunan, penataan lingkungan, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa tidak bisa dimaksimalkan dalam anggaran tahun ini,” tutup Bahrudin. (lai)











