Lombok Utara (NTB), utarapos.com — Kepolisian Resor Lombok Utara memastikan pelaksanaan tradisi Lebaran topat 2026 berlangsung aman dan kondusif setelah menerjunkan sedikitnya 280 personel gabungan untuk mengamankan 29 titik objek wisata yang dipadati ribuan masyarakat, Sabtu, (28/3/2026)
Pengamanan terpusat di kawasan strategis yang membentang dari Kecamatan Pemenang hingga Kecamatan Bayan, yang selama ini menjadi episentrum perayaan masyarakat pasca-Idul Fitri.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kabag Ops Polres Lombok Utara AKP Fathoni, S.H. mengatakan pola pengamanan tahun ini disusun secara lebih matang dengan mengedepankan pendekatan preventif berbasis pemetaan kerawanan.
“Pengamanan kami rancang secara terukur dengan menempatkan personel di 29 titik objek wisata yang menjadi pusat konsentrasi masyarakat. Ini bagian dari upaya mengantisipasi potensi gangguan sejak dini,” kata Fathoni.
Ia menegaskan, strategi pengamanan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan berbasis evaluasi menyeluruh dari pelaksanaan tahun sebelumnya yang masih menyisakan sejumlah gangguan, baik dari aspek kepadatan pengunjung, arus lalu lintas, hingga potensi gangguan kamtibmas.
Dengan pola tersebut, lanjut dia, aparat di lapangan mampu bergerak lebih cepat dalam mengurai kepadatan, mengendalikan arus kendaraan, serta meredam potensi gesekan yang dapat berkembang menjadi gangguan keamanan.
“Alhamdulillah, secara umum situasi berjalan aman dan kondusif. Potensi gangguan yang sebelumnya muncul, tahun ini dapat diminimalisir bahkan diantisipasi lebih awal,” ujarnya.
Menurut dia, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel, tetapi juga pada efektivitas penempatan dan koordinasi lintas sektor yang terbangun selama operasi berlangsung.
Selain personel Polri, pengamanan juga melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya guna memperkuat sinergi di lapangan.
Fathoni menambahkan, kepadatan pengunjung yang mencapai ribuan orang di sejumlah objek wisata menjadi tantangan tersendiri, namun dapat dikelola dengan baik melalui pengaturan pola arus dan kehadiran personel di titik-titik krusial.
“Ini bukan sekadar pengamanan rutin, tetapi bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan tradisi Lebaran Ketupat,” pungkasnya. (lai)













