Lombok Utara (NTB), utarapos.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranasda ke-46 yang akan digelar pada Juni–Juli 2026 di Makassar, Dekranasda Kabupaten Lombok Utara (KLU) semakin menegaskan perannya sebagai motor penggerak pengembangan kerajinan daerah dan UMKM.
Melalui rapat koordinasi yang dilaksanakan di Terminal Bangsal, Selasa (31/03/2026), Dekranasda KLU bersama berbagai unsur terkait membahas langkah strategis dalam memaksimalkan kontribusi daerah pada ajang nasional tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda KLU, Ny. Hj. Rohani Najmul Akhyar, menekankan bahwa Dekranasda bukan sekadar organisasi pendukung, melainkan mitra aktif pemerintah dalam membina dan memfasilitasi para perajin. Peran ini mencakup penguatan kapasitas produksi, kemudahan akses perizinan, hingga membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
“Dekranasda hadir sebagai jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha. Kita ingin memastikan para perajin tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki akses pasar yang jelas,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara sektor kerajinan dan kuliner dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, kegiatan seperti pameran Food Lombok Sumbawa menjadi salah satu upaya konkret dalam memperluas ruang promosi produk lokal. Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah pemasaran.
Menurut Hj Rohani yang juga legislator Provinsi NTB itu, banyak produk kerajinan yang telah dihasilkan, tetapi belum memiliki strategi distribusi yang optimal. Oleh karena itu, Dekranasda KLU berencana melakukan kurasi produk unggulan yang berpotensi dipasarkan di hotel-hotel di Lombok Utara hingga menembus pasar internasional. Selain itu, Dekranasda juga mendorong inovasi dalam pengembangan produk, termasuk pada sektor fashion.
Sementara itu Wakil Ketua Dekranasda KLU, Ny. RR Pungky Kusmalahadi Syamsuri, juga menyampaikan bahwa pentingnya variasi dalam penggunaan kain khas daerah.
“Tidak harus selalu 100 persen tenun, tetapi bisa dipadukan dengan batik agar lebih menarik dan fleksibel digunakan,” jelasnya.
Dari sisi pembiayaan, Dekranasda KLU juga berupaya mencari solusi kreatif agar program-program yang dijalankan tidak sepenuhnya bergantung pada APBD, melainkan melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Melalui berbagai langkah tersebut, Dekranasda KLU optimistis dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat identitas kerajinan daerah di tingkat nasional hingga global dalam momentum HUT Dekranasda ke-46. (lai)











