Lombok Utara (NTB), Utarapos.com- Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memberikan peningkatan kompetensi pengetahuan literatif kepada stakeholder yang berhubungan langsung dengan literasi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi, bertempat di Aula Dinas setempat, pada Kamis (12/6/2025).
Bimtek yang bertujuan untuk ikhtiar membumikan literasi di tengah masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq ini diikuti oleh para pustakawan, petugas perpustakaan dan guru SD-SMP, serta pegiat literasi di Lombok Utara.
Sekretaris Dspurarsip KLU H. Muhammad, S.Pd ketika diwawancarai Pewarta Utarapost di ruang kerjanya menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek yang digelar sejalan dengan fungsi Dispusarsip dalam meningkatkan literasi informasi kepada masyarakat.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi dan manfaatnya bagi pegiat literasi dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menuturkan, peserta Bimtek adalah para guru, pustakawan, tenaga perpustakaan dan penggiat literasi di tengah masyarakat, termasuk kelompok baca yang ada di wilayah Gumi Tioq Tata Tunaq. Adapun narasumber bimtek berasal dari Pustakawan Provinsi NTB, Pustakawan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, serta Praktisi Kehumasan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.
“Melalui Bimtek ini, kami berharap dapat memotivasi anak-anak untuk membaca lebih banyak buku, meskipun dengan kemajuan teknologi, banyak orang tua dan guru mengalami kesulitan dalam memotivasi anak untuk membaca,” jelasnya.
Muhammad kemudian menekankan pentingnya berbagai sumber literasi, termasuk sains dan bisnis, agar peserta dapat memaksimalkan pengetahuan yang didapat dari Bimtek tersebut di lingkungan kerja masing-masing.
“Semakin banyak kegiatan literasi yang dilakukan, akan semakin mudah untuk menjalin relasi dalam bisnis dan kehidupan sehari-hari,” jelas Muhammad lagi.
Sekretaris Dispurarsip ini lantas mengharapkan kegiatan peningkatan pengetahuan pengelolaan perpustakaan tersebut dapat mendatangkan lebih banyak orang mengunjungi perpustakaan daerah. Pasalnya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan KLU telah berkomitmen menyediakan anggaran non-fisik semata-mata demi mendukung produktivitas literasi di tengah masyarakat.
“Kami tidak menerima honor atau biaya dari kegiatan ini, melainkan akan menggunakan sumber daya dari luar untuk mendukung kelangsungan acara,” tegasnya.
Dengan kegiatan bimtek itu, katanya lagi, kalangan generasi muda dan masyarakat Lombok Utara pada umumnya lebih tertarik mengunjungi perpustakaan guna meningkatkan minat baca
“Sehingga pengetahuan literasi bisa meningkat seiring dengan arus deras perkembangan informasi” pungkasnya (lai)











