Mandi di Sungai Jadi Opsi Wisata Lokal, DLH KLU Dukung Pemeliharaan DAS

Warga mandi di Daerah Aliran Sungai (DAS)

Lombok Utara (NTB), utarapos.com – Fenomena wisata lokal khususnya setelah hari-hari besar seperti perayaan lebaran atau liburan sekolah menjadi rutinitas warga yang tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, aktivitas ini juga mendatangkan keuntungan materi bagi para pedagang dan pegiat wisata lainnya. Fenomena wisatawan lokal yang kerap mengunjungi sungai-sungai untuk sekadar mandi dan wisata alam lainnya menyita perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara (KLU).

“Aktivitas di sungai ini memang sebagai wisata alternatif bagi teman-teman kita di pedesaan, karena dekat dari tempat tinggal warga dan tidak kalah menarik dari wisata buatan,” kata Ketua Pokdarwis PAS Santong, Malkam Hadi.

Malkam menjelaskan, fenomena serupa tidak hanya terjadi di Santong, tapi juga di lokasi lain misalnya di Eko Wisata Kerujuk, menghadapi fenomena yang sama. Kecenderungan masyarakat kembali menikmati sajian alam menjadi salah satu alternatif wisata yang kerap diselancari masyarakat.

“Tidak hanya di sini, di Kerujuk misalnya, itu juga terjadi hal serupa, saya pernah mengunjungi Kerujuk, begitu pula kondisinya,” tambah Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) KLU ini.

Di lain sisi, fenomena ini (sungai-red) tidak bisa ditanggapi dengan antusias saja, harus ada perhatian dari pemerintah untuk menjaga kelestarian sungai dan kebersihan air sungai secara berkelanjutan. Pasalnya wisata juga memerlukan perhatian jangka panjang.

Terpisah, dikonfirmasi medi ini, Kepala DLH KLU Rusdianto mengatakan, bahwa pihak Pemda khususnya Dinas yang dipimpinnya akan berupaya maksimal memelihara daerah aliran sungai (DAS) dengan berbagai program.

“Nanti semoga memungkinkan, kita lakukan penanaman di DAS, utamanya mengantisipasi abrasi dan merawat kelestarian sungainya,” kata Rusdianto.

Tidak hanya tentang DAS, Rusdianto, juga mengimbau agar masyarakat memiliki kesadaran tidak membuang sampah di sungai. Ini penting diperhatikan sebab dapat mempengaruhi kebersihan air sungai yang selama ini dijadikan tempat berwisata bagi warga.

Kadis LH ini juga memberikan apresiasi kepada masyarakat atau komunitas-komunitas yang telah menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan dan alam, lantaran selama ini komunitas-komunitas tersebut sangat membantu upaya pemda dalam pemeliharaan DAS.

“Ke depan ini akan jadi perhatian kami. Kami apresiasi teman-teman warga, atau komunitas, bila perlu kita akan sematkan gelar pahlawan lingkungan buat mereka, saya mewakili pemda sangat berterima kasih,” tutup Rusdianto. (lai)

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *