Opini  

Seyogianya, Budaya Jadi Fondasi Pembangunan

Oleh Sarjono, S.I.Kom., M.Sos 

Opini – BUDAYA bukan sekadar warisan masa lalu tetapi hasil karya manusia dan komunitas yang terus hidup, berkembang, dan membentuk identitas masyarakat. Kebudayaan sebagai landasan serta pedoman yang menentukan arah kemana masyarakat berkembang. Betapa tidak, sebagai wujud ekspresi manusia dalam hidupnya, kebudayaan menjadi fondasi nilai, norma, dan identitas kolektif, sehingga mesti diposisikan sebagai hulu dalam detak nadi pembangunan.

Mendudukkan kebudayaan sebagai hulu dalam proses pembangunan berarti memosisikannya sebagai sumber nilai maupun inspirasi dalam sirkulasi nadi pembangunan. Artinya kebudayaan tidak hanya sebagai produk kreativitas manusia, melainkan harus mendasari berbagai kebijakan dan program pembangunan. Suatu pola yang akan mendorong penggalian nilai-nilai lokalitas yang relevan untuk diungsikan pada kredo solusi menjawab tantangan yang menganga di depan mata.

Dus, seluruh stakeholder secara bersama-sama perlu andil peran guna meningkatkan indeks pembangunan kebudayaan dengan strategi dan kerja kolektif dalam upaya memperkuat peran strategis kebudayaan dalam siklus pembangunan. Parametenya, seberapa banyak agenda seni dan budaya terlibat dalam mewarnai proses-proses pembangunan.

Sejarah mencatat bahwa kita memiliki kekayaan dan keragaman budaya. Daya tarik tersendiri yang semestinya menjadi modal dan nilai-nilai fundament bagi sirkulasi etape pembangunan. Dengan peran dan fungsinya yang sentral, kebudayaan haruslah diposisikan sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dan berdaerah. Jika core value kebudayaan yang luar biasa ini dapat dikelola dengan baik akan menjadi kekuatan baru dalam mata rantai siklus pembangunan pada berbagai aspeknya.

Pada satu sisi, nilai-nilai luhur kebudayaan akan membentuk karakter pembangunan melalui penguatan identitas, pelestarian warisan budaya, peningkatan apresiasi seni, pertukaran budaya hingga diplomasi budaya. Karena itu, diperlukan komitmen seluruh stakeholder berdaerah agar menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan. Urusan memajukan kebudayaan telah dengan terang diperintahkan konstitusi. Sehingga, nilai-nilai kebudayaan benar-benar harus diterapkan dalam segenap program pembangunan karena sangat berguna untuk fondasi moral mewujudkan cita-cita bermasyarakat yang bermartabat.

Segala kemajuan akan kehilangan arah dan makna tanpa kebudayaan yang mengakar, atau tanpa dialasi oleh akar kebudayaan yang kuat. Maka, pemerintahan dalam semua hirarki seyogianya memperkuat kepemimpinan berbasis nilai-nilai kebudayaan. Perkara yang penting untuk diatensi oleh para pemangku kebijakan dengan semangat kolaboratif dan kerja kolektif-kolegial, karena tugas memajukan kebudayaan bukan hanya milik pemerintah saja, tetapi juga pemerintah daerah. Bahkan pihak swasta pun tidak luput memiliki peran yang strategis agar segenap program berbasis kebudayaan memiliki keunggulan dalam irama berpembangunan.

Pada sisi lain, kebudayaan berperan sebagai soft power. Dengan kekuatan ini kita dapat mengembangkan pengaruh dari sisi budaya. Maka, setiap pemimpin harus memberikan perhatian yang serius pada aspek-aspek kebudayaan dalam nafas kepemimpinannya. Maslahatnya, kebudayaan selain menjadi wahana edukasi masyarakat, juga sumber potensial untuk meningkatkan kapital pembangunan di daerah.

Contoh dalam sisi pendapatan perekonomian misalnya, lumbung pendapatan yang menjanjikan dari sektor budaya pada era sekarang adalah ekonomi kreatif. Maka, kita tinggal mencari pola yang tepat bagaimana sektor ekonomi kreatif tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga mengerek naik pendapatan daerah.

Oleh karenanya, stakeholder arus utama pembangunan perlu kontinyu mendorong segenap lapisan masyarakat, terutama generasi muda kreatif menggali potensi-potensi ekonomi kreatif di daerah. Potensi ekonomi kreatif tersebut kemudian dikembangkan dengan intervensi inovasi agar produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Inferensial, suatu daerah akan menjadi besar jika nilai-nilai kebudayaan mengakar kuat dalam sendi kehidupan sehari-hari masyarakatnya. #semoga#

 

Penulis adalah Pengurus Paguyuban Adat Leluhur Bebekeq Lombok Utara

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *