Lombok Utara (NTB), Utarapos.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispurarsip) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar bimbingan teknis (bimtek) Membaca Nyaring dengan peserta para guru, orang tua siswa, dan pegiat literasi di Lombok Utara. Bimtek yang berlangsung selama tiga hari ini untuk mendukung program nasional “Gerakan Indonesia Membaca”, bertempat di Aula Kantor Dispurarsip setempat, Rabu (16/7/2025)
Sekretaris Dispurarsip KLU, H. Muhammad, S.Pd, ditemui wartawan media ini di ruang kerjanya, menuturkan target peserta bimtek tersebut. Menurutnya, pada hari pertama, bimtek diikuti oleh para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan guru SD. Pihaknya memilih sasaran para guru pada dua jenjang pendidikan ini, karena membaca nyaring merupakan kebiasaan yang dapat memperkaya literasi anak, dimana dulu sering dilaksanakan melalui bercerita dan mendongeng.
“Ini adalah salah satu upaya dalam gerakan nasional untuk memperbanyak referensi literasi. Dengan membaca nyaring, kita berharap dapat membangun minat baca anak-anak sejak dini,” ujarnya.
Pada hari kedua, kata Muhammad, kegiatan bimtek akan diikuti atau melibatkan orang tua anak-anak, di mana mereka diharapkan dapat membaca di depan anak-anak dan melatih kemampuan mendengarkan serta berkonsentrasi. Pada hari ketiga, kegiatan akan diikuti para penggiat literasi di Lombok Utara untuk memberikan mereka wawasan lebih lanjut mengenai pentongnya budaya membaca.
Mantan Kadis Kominfo KLU lantas menekankan pentingnya keterlibatan para guru dan orang tua dalam membudayakan membaca nyaring di sekolah.
“Dengan melaksanakan bimtek ini, kita berharap anak-anak akan lebih fokus menyimak dan mampu merangkum isi bacaan yang dibacakan,” jelasnya.
Pada masa mendatang, ujar Muhammad, Dispurarsip telah merencanakan kegiatan yang memperluas program literasi dengan menyediakan aneka pilihan buku di perpustakaan sekolah-sekolah baik sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama.
Ia kemudian mengharapkan dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membantu pengadaan armada dan bahan bakar untuk kegiatan yang telah ditencanakan pihaknya.
“Intervensi kebijakan daerah sangat penting agar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah, khususnya Bappeda agar kami dapat terus membawa literasi ke sekolah-sekolah,” imbuhnya.
Dengan bimtek tersebut, pihak Dispurarsip mendorong budaya membaca di kalangan anak-anak Lombok Utara semakin menguat, di samping meningkatkan minat baca mereka secara keseluruhan. (lai)











