Lombok Utara (NTB), Utarapos.com – Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) Provinsi NTB bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menyelenggarakan orientasi pencegahan praktik perlukaan dan pemotongan genitalia perempuan (P2GP) atau lebih dikenal dengan sunat perempuan, di Hotel Mina Tanjung, Rabu (13/8/2025).
Kegiatan ditargetkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai isu yang dikategorikan tidak mempunyai manfaat secara medis.
Kegiatan dihadiri berbagai stakeholder, di antaranya Ketua GOW KLU Roro Pungky Kusmalahadi Syamsuri, Dr. Zaki Abddillah, Lc, MA, serta Perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) RSUD KLU, Camat Bayan dan Camat Kayangan, serta sejumlah Kepala Desa dan BPD.
Hadir pula Perwakilan Sekolah Perempuan dari Bayan dan Kayangan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan serta unsur-unsur terkait lainnya.
Direktur LPSDM NTB Ririn Hayudiani, mengatakan bahwa respons peserta terhadap orientasi tersebut sangat positif.
“Kegiatan ini menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat untuk diberikan edukasi,” ujarnya.
Ririn menekankan pentingnya penyampaian pengetahuan sebagai bagian dari pendidikan untuk pencegahan praktik sunat peremouan di kalangan masyarakat.
Direktur LPSDM NTB ini pun berharap semua pihak yang terkait seperti IBI, Puskesmas, dinas-dinas terkait, dan tokoh agama dan tokoh masyarakat, dapat berkolaborasi dalam upaya pencegahan praktik P2GP.
“Kami bergerak untuk memfasilitasi pengorganisasian melalui sekolah perempuan di Lombok Utara,” imbuhnya.
Dituturkan Ririn, ke depan pihaknya di LPSDM berencana melibatkan sekolah-sekolah perempuan yang ada wilayah KLU bekerja sama dengan puskesmas dan IBI ikut berperan aktif mempublikasikan dan memberikan pendidikan yang kritis kepada lapisan masyarakat berkenaan dengan pencegahan P2GP atau sunat perempuan tersebut.
Dengan upaya tersebut, kata Ririn, pihaknya mengharapkan terpicunya kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dampak bahaya praktik P2GP dapat meningkat
“Sehingga kesejahteraan perempuan di Lombok Utara semakin terjamin” imbuhnya (lai)
















