Inspektorat Diduga Tutup Mata dan Lamban Tindaklanjuti Dugaan Korupsi di Instansi Pemkab OKI

OKI (Sumsel) Utarapost.com – Dugaan korupsi di jajaran Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dinilai makin memprihatinkan. Berbagai elemen masyarakat dan LSM antikorupsi menyoroti lemahnya pengawasan internal yang dilakukan oleh Inspektorat, yang diduga kerap melakukan pembiaran terhadap penyimpangan anggaran.

Laporan dan maraknya pemberitaan terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemda OKI terus bermunculan. Namun, laporan dan pemberitaan tersebut sejauh ini disinyalir tidak ditindaklanjuti secara serius dan tak ada pemeriksaan fisik lapangan yang transparan oleh Inspektorat selaku Aparat Pengawalan Internal Pemerintah (APIP).

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Kebijakan Publik, Salim S.Ip menyatakan bahwa maraknya korupsi di Pemkab OKI mencerminkan krisis integritas dan gagalnya fungsi early warning system (sistem peringatan dini) inspektorat.

“Jika APIP tidak berkontribusi signifikan dan justru terkesan menutupi, maka korupsi akan terus berulang. Data menunjukkan, banyaknya temuan yang tidak ditindaklanjuti APIP menyebabkan kerugian negara terus meningkat. Warga berharap ada pembenahan drastis pada lembaga Inspektorat OKI agar lebih independen dan berani dalam menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi yang marak terjadi,” tegasnya.

Kinerja Inspektorat Kabupaten OKI terus mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Pasalnya, instansi yang seharusnya menjadi benteng pengawasan internal dinilai lamban dan terkesan “tutup mata” dalam menindaklanjuti sejumlah laporan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKI.

“Minimnya hasil pengawasan nyata dari Inspektorat membuat publik mempertanyakan efektivitas kinerja pengawasan internal tersebut. Sejumlah dugaan penyimpangan yang dilaporkan oleh masyarakat atau LSM kerap kali berjalan di tempat tanpa kejelasan tindak lanjut yang signifikan,” Sesalnya.

Sementara itu. Inspektur Inspektorat Kabuypaten OKI saat di konfirmasi melalui Sekretaris Dinasnya, Darmadi hingga berita ini tayang enggan memberikan tanggapannya. (her)

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *