Musi Rawas (Sumsel), utarapos.com – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas dikabarkan telah menganggarkan dana miliaran rupiah untuk pengembangan infrastruktur digital dan layanan konektivitas di lingkungan pemerintahan. Namun fakta di lapangan berbanding terbalik:, akses internet di kantor-kantor dinas hingga ruang kerja pegawai justru sering mengalami gangguan, lemot, hingga mati total berhari-hari.
Kelancaran koneksi internet ditengah tuntutan pemerintahan yang serba digital, harusnya menjadi prioritas guna meningkatkan pelayanan publik.
Sebab, kegiatan pemerintahan seperti rapat virtual, pengiriman dokumen, hingga berbagai aplikasi pemerintahan sangat bergantung pada koneksi yang cepat dan stabil.
Namun ironi justru terjadi di komplek perkantoran Pemkab Musi Rawas, Muara Beliti. Hampir satu bulan ini, jaringan internet di kompleks perkantoran tersebut sangat lambat, bahkan hingga sering tidak dapat digunakan alias mati total.
Akibatnya, sejumlah pengguna layanan internet di komplek perkantoran umumnya para aparatur sipil negara (ASN), terpaksa menggunakan paket data pribadi agar pekerjaan tetap berjalan.
Selain ASN, layanan internet di komplek perkantoran Pemkab Musi Rawas itu juga dimanfaatkan sejumlah awak media yang melaksanakan liputan di pemerintahan kabupaten Musi Rawas, terutama wartawan yang sering ngetem di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Musi Rawas.
“Sudah hampir satu bulan ini ,dalam setiap harinya koneksi internet kadang ada kadang tidak, alias tidak ada jaringan. Terpaksa kita pakai pakai jaringan pribadi,” kata salah seorang wartawan yang bertugas liputan di pemerintahan kabupaten Musi Rawas, Andi, Selasa (4/8/2026).
Tidak normalnya koneksi internet di lingkungan Pemkab Musi Rawas ini sangat disayangkan, sebab setiap tahun Pemkab Musi Rawas melalui Diskominfo Musi Rawas menganggarkan dana yang tidak sedikit guna pemenuhan kebutuhan internet di lingkungan Pemkab Musi Rawas ini.
“Tahun ini saja (2026), berdasarkan informasi didapat, Diskominfo menganggarkan Rp2,5 miliar lebih untuk biaya internet.Tahun ini lebih kecil dari tahun tahun sebelumnya,” kata Andi.
Harusnya, anggaran Miliaran untuk pengadaan internet tersebut harus diimbangi dengan kondisi koneksi internet yang baik, lancar dan tidak macet.
Anggaran yang dinilai fantastis untuk kebutuhan internet di Lingkungan Pemkab Musi Rawas dengan kondisi koneksi tidak normal dan sering mati ini memicu tanda tanya publik.
“Masa anggaran Rp2,5 miliar lebih hanya untuk koneksi internet yang kondisinya seperti ini,” tambah Dep salah seorang wartawan lainnya.
Dia meminta kepada pihak berkompeten untuk melakukan evaluasi terkait anggaran yang besar untuk kebutuhan internet di lingkungan pemerintahan tersebut.
“Coba di evaluasi, kesalahan dimana,apakah dari pihak penyedia atau ada dugaan mark up anggaran.Apalagi berdasarkan informasi ada OPD di Pemkab Musi Rawas yang menganggarkan sendiri untuk kebutuhan internet menggunakan Indihome,” katanya.
Lemotnya koneksi internet di lingkungan Pemkab Musi Rawas ini jelas Dia, bisa jadi karena kapasitasnya rendah yang berimbas juga biayanya rendah.
“Ini anggaran Miliaran, kok internetnya ngadat terus,” kata Dep. (Amu)
















