OKI (Sumsel), Utarapost.com — Warga Kayuagung Kabupaten OKI mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk mengusut aktivitas di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sarana Agung Gas yang berlokasi di jalan lintas timur Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) SUMSEL
Alasan mendasar warga sekitaran kota Kayuagung adalah adanya dugaan kuat pendistribusian elpiji subsidi 3 kg yang menyalahi prosedur baku, yakni tanpa disertai dokumen Letter of Order (LO) atau Surat Perintah Muat resmi dari agen penyalur yang terdaftar.
Kecurigaan warga memuncak ketika beberapa truk pengangkut tabung melon terlihat berulang kali keluar masuk area SPPBE pada jam-jam rawan di luar jam operasional reguler.
Berdasarkan pengakuan warga tersebut yang identitasnya minta di rahasiakan, pernah pada sewaktu – waktu mereka iseng menanyakan kelengkapan dokumen angkutan, namun sopir truk tidak mampu menunjukkan lembar LO yang sah
Dikatakannya. Guna mengantisipasi potensi penyelewengan pasokan energi subsidi maka warga tersebut menyampaikan kepada wartawan Media ini agar di publikasi melalui pemberitaan, supaya warga paham jika kelangkaan Gas Subsidi 3 kg saat ini diduga ada unsur kesengajaan guna mencari keuntungan yang lebih besar
“Untuk memastikan kuota tepat pada sasaran, maka seluruh rantai pasok elpiji bersubsidi wajib mengikuti regulasi ketat. Aturan Mutlak LO pada setiap pengisian dan pergerakan tabung dari SPPBE ke pangkalan atau agen harus didasarkan pada dokumen LO digital yang valid di sistem internal Pertamina, ” Tutup warga tersebut
Untuk keberimbangan dalam pemberitaan awak media berusaha konfirmasikan permasalahan tersebut kepada Manajer Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) PT Sarana Agung Gas Agus Toni saat di konfirmasi pada Rabu 26 Agustus, namun menurut Satpam PT SAG yang bersangkutan sedang tidak masuk kantor dan awak media ini mencoba mengkonfirmasi melalui whatsapp akan tetapi pesan awak media ini tidak di respon hingga berita ini di tayangkan. (her)
















