Mataram (NTB), utarapos.com — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, beras, dan pupuk di NTB berdasarkan laporan instansi terkait berada dalam kondisi terkendali dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait terus memantau ketersediaan serta kelancaran distribusi untuk menjaga pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal di depan ruang kerjanya di Kantor Gubernur NTB, setelah menerima laporan dari Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog NTB, Sales Branch Manager PT Pertamina NTB, serta perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah NTB. Senin (19/10/2026),
Miq Iqbal menegaskan, pemerintah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pasokan dan distribusi komoditas strategis tetap terjaga. Masyarakat pun diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan karena kekhawatiran terhadap informasi kelangkaan yang belum terverifikasi.
Di sektor pangan, Bulog bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTB dijadwalkan menyalurkan bantuan pangan dari Presiden pada akhir Oktober 2026. Bantuan untuk alokasi tiga bulan tersebut berupa total 30 kilogram beras bagi setiap keluarga penerima manfaat. Penyaluran ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Untuk BBM dan LPG, berdasarkan laporan Pertamina, pasokan di wilayah NTB berada dalam kondisi mencukupi kebutuhan masyarakat. Ketersediaan dan distribusi BBM melalui jalur pasokan, termasuk Depo Ampenan, Depo Badas, dan Depo Bima, terus dipantau guna menjaga kelancaran penyaluran ke berbagai wilayah.
Sementara itu, terkait pupuk bersubsidi, termasuk pupuk NPK, perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah NTB melaporkan bahwa kegiatan bongkar muat pupuk dalam jumlah memadai sedang berlangsung di Pelabuhan Lembar. Pemerintah akan terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan mendukung kebutuhan petani.
Pemantauan juga dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota. Dalam rapat koordinasi melalui konferensi video, para bupati dan wali kota melaporkan bahwa kondisi di wilayah masing-masing masih terkendali. Pemerintah Provinsi NTB akan terus berkoordinasi dengan BULOG, Pertamina, PT Pupuk Indonesia, dan pemerintah kabupaten/kota untuk mengantisipasi kendala serta menindaklanjuti persoalan distribusi yang ditemukan di lapangan.
Miq Iqbal mengajak masyarakat turut menjaga situasi NTB tetap aman dan kondusif dengan mengutamakan informasi resmi serta tidak mudah terpengaruh kabar yang belum dipastikan kebenarannya. Pemerintah, tegasnya, akan terus memantau kondisi pasokan dan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas. (sas)
![]()















