Mataram (NTB), utarapos.com – Musyawarah Daerah (Musda) II Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menetapkan Alwan S Theo sebagai Ketua untuk periode 2026–2030 secara aklamasi. Pada musda yang digelar serentak, Perempuan INTI (PINTI) NTB juga memilih Lusia sebagai ketua periode 2026–2030, sedangkan Generasi Muda (Gema) INTI NTB menetapkan Pramudia Gilang Mahesa sebagai ketua untuk periode yang sama.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) INTI, Dr. Indra Wahidin, menyambut gembira pelaksanaan Musda II tersebut. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan dan semakin memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat.
“Semoga ke depan INTI semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” tegas Indra Wahidin.
Indra menilai kepemimpinan Alwan S Theo selama periode 2022–2026 telah berjalan dengan sangat baik. Program-program yang direncanakan juga terlaksana sesuai dengan hasil Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda).
Pimpinan sidang, Kristo Sunggara, mengatakan bahwa kelancaran musda tidak terlepas dari sejumlah rapat persiapan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian musda berjalan lancar dan sukses.
Laporan pertanggungjawaban ketua yang dibacakan Rudi Hidayat memaparkan berbagai kegiatan INTI selama empat tahun terakhir. Kegiatan tersebut meliputi arisan, donor darah, penghijauan, dan bakti sosial. Pada periode yang sama, INTI NTB juga membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) INTI yang dipimpin Gilang.
Ketua Panitia Musda II INTI, S. Widjanarko, menjelaskan bahwa musda INTI, PINTI, dan Gema INTI dilaksanakan secara serentak sebagai manifestasi kekompakan ketiga organisasi.
“Banyak kegiatan yang kita laksanakan bersama antara INTI, Gema INTI, dan PINTI,” ungkapnya.
Kebersamaan tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat program organisasi sekaligus memperluas keterlibatan anggota dalam kegiatan kemasyarakatan.
Alwan S Theo, yang kembali dipercaya memimpin INTI NTB untuk periode 2026–2030, menegaskan pentingnya pengelolaan organisasi secara terbuka dan akuntabel. Menurutnya, setiap kegiatan harus diketahui oleh ketua, sekretaris, dan bendahara, dengan pelaporan yang dapat diakses serta dipertanggungjawabkan, termasuk dalam pengelolaan dana kegiatan donor darah.
Alwan juga berharap seluruh pengurus dan anggota tetap menjaga kekompakan serta kerukunan dalam menjalankan program-program INTI ke depan.
Di lingkungan PINTI, Ketua Umum PP PINTI, Meta, berharap PINTI NTB semakin aktif dalam menjalankan kegiatan. Kekompakan organisasi dan program-program yang telah berjalan dinilai perlu dipertahankan sekaligus dikembangkan. Sekretaris Jenderal PP PINTI, Yeny Ross, yang membacakan surat keputusan kepengurusan, menyampaikan kegembiraannya atas terpilihnya kembali Lusia untuk melanjutkan kepemimpinan PINTI NTB.
Sementara itu, Ketua Umum Gema INTI, Erfan, mendorong Gema INTI NTB tampil sebagai salah satu penggerak pembangunan. Ia juga mengapresiasi kegiatan berskala nasional yang pernah diselenggarakan Gema INTI NTB dan dinilainya masih meninggalkan kesan kuat hingga kini.
Pelantikan kepengurusan INTI NTB turut dihadiri Sekretaris Jenderal PP INTI, Hardy Stefanus, yang membacakan surat keputusan kepengurusan. Hadir pula jajaran Dewan Penasihat, antara lain Anggie Suwito, The Kok Lay, Rudi Hantono, Adi Nugroho, Eddi Riyanto, dan H. Suharto.
Cukup Wibowo, Haryanto Dharma, Shienny Wibisono, dan Merry Anggraini dipercaya mengisi Dewan Pengawas. Sementara itu, Dewan Pakar melibatkan Prof. Saleh Ending, Vichi Hanadlusia Husni, MSE, dan Hj. Sri Yulianti.
Untuk jajaran pengurus harian, posisi wakil ketua PD INTI NTB dipercayakan kepada S. Widjanarko, Hj. Baiq Eva, MSI, dan Godwin. Adapun posisi bendahara diamanahkan kepada Vanny Olivia, Adi Putra, dan Shierley. Kepengurusan juga dilengkapi berbagai bidang yang diisi oleh perpaduan pengurus lama dan pengurus baru.
Wakil Ketua PINTI NTB, Tacik Siome, berharap PINTI semakin memperbanyak kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Rangkaian acara musda dan pelantikan berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 22.00 WITA. Budi Go dan Ko Ayank yang bertugas sebagai pembawa acara memandu seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Suasana keakraban mewarnai penutupan acara. Para peserta menikmati iringan musik dan tarian gandrung, dilanjutkan dengan kegiatan nge-gym bersama. Perayaan ulang tahun Yustina turut menambah keceriaan, menutup kegiatan dengan suasana riang dan penuh kebersamaan. (*)
![]()















