Bangun Gerakan Bersama Cegah Karhutla di Lingkar Rinjani, AMAN NTB Teken MoU dengan 4 Perguruan Tinggi

Ketua PHW AMAN NTB Junaedi SH tandatangani MoU dengan keempat civitas Akademika Empat Universitas di Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Selasa (3/11/2026)

Lombok Timur (NTB), utarapos.com – Perkuat perlindungan wilayah adat, khususnya dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan wilayah adat lingkar Gunung Rinjani Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) Teken MoU dengan Empat perguruan tinggi

Dimana penandatangan MoU antara AMAN NTB, Universitas Islam Al-Azhar Mataram, Universitas 45 Mataram, Universitas Teknologi Mataram, dan Universitas Tarumanagara berlangsung di Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Selasa (3/11/2026)

Kerja sama tersebut merupakan langkah konkret dalam membangun sinergi antara kalangan akademisi dan gerakan masyarakat adat untuk menjaga kelestarian hutan, lingkungan hidup, serta keberlanjutan wilayah adat di kawasan lingkar Rinjani.

Sebagai bentuk keseriusan dan komitmen bersama, kelima lembaga tersebut melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan kerja sama dalam bidang pencegahan kebakaran hutan dan lahan, penguatan kapasitas masyarakat adat, penelitian, edukasi lingkungan, serta pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah adat.

Ketua PHW AMAN NTB, Junaedi, menegaskan bahwa perlindungan hutan dan wilayah adat bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, termasuk perguruan tinggi dan kalangan akademisi.

Menurutnya, masyarakat adat memiliki pengetahuan lokal, pengalaman, serta kearifan turun-temurun dalam menjaga hutan dan lingkungan.

“Oleh karena itu, pengetahuan masyarakat adat perlu diperkuat melalui dukungan ilmu pengetahuan, penelitian, teknologi, dan pendampingan akademis dari perguruan tinggi” tegas Junaedi

Menurut JUnaedi kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan MoU, tetapi harus menjadi gerakan nyata di lapangan.

“Kami ingin membangun komitmen bersama antara akademisi dan masyarakat adat untuk memastikan wilayah adat lingkar Rinjani tetap terjaga dari ancaman kebakaran hutan dan lahan serta berbagai kerusakan lingkungan,” tegas Junaedi.

Dikatakannya, melalui kerja sama ini, AMAN NTB berharap terbangun gerakan bersama yang berkelanjutan, mulai dari edukasi, penelitian, pemetaan potensi kerawanan kebakaran, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, hingga aksi nyata perlindungan hutan dan wilayah adat.

“Menjaga hutan berarti menjaga kehidupan. Melindungi wilayah adat berarti menjaga warisan leluhur dan masa depan generasi mendatang” serunya

AMAN NTB bersama perguruan tinggi berkomitmen menjadikan masyarakat adat sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup di kawasan lingkar Rinjani.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Ketua PHW AMAN NTB Juaedi SH bersama civitas akademika keempat Universitas yang dihadiri Pj Kades Sembalun Bumbung Hizmanurrozi, SM, Prof Dr Hj Mella Ismelina Farma Rahayu SH M.Hum (Universitas TarumaNegara), kan Fakultas Hukum Universitas Islam Al-Azhar, Civitas Akademika Universitas 45 Mataram dan Universitas Teknologi Mataram serta tamu undangan lainnya

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *