Perahu Kayu (Ketek) Asal OKI, Bukan Soal Bisnis Semata Namun Upaya Pelestarian Budaya

Salah satu perahu kayu (ketek) asal OKI

OKI (Sumsel), utarapos.com – Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perairan seperti di Kecamatan Tulung Selapan, Air Sugihan, Sungai Menang, Cengal, dan lain-lain. Perahu Kayu atau kerap disebut Ketek merupakan moda transportasi utama, bagian dari kehidupan sehari-hari untuk mencari nafkah di laut, bersilaturahmi, dan mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain.

Di aliran sungai desa Simpang Tiga Kecamatan Tulung Selapan tersimpan sebuah keahlian turun-temurun yang menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat. Perahu-perahu mesin atau akrab disebut ketek buatan para pengrajin lokal bukan hanya sekedar alat transportasi tapi merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat sungai yang pandai membaca kompas.

Pak Suherman Salah seorang pengrajin lokal mengungkapkan proses pembuatan ketek ini bisa menghabiskan waktu selama kurang lebih 10 hari untuk 1 perahu ketek

Kepada awak media Kamis ()7/8/2025) ia mengungkapkan, ada beberapa proses yang harus dilalui untuk membuat ketek yang berkualitas. Antara lain:

Pemilihan kayu, kayu yang dipilih biasanya kayu meranti merah kondisi sudah kering
Proses pengeringan kayu juga membutuhkan waktu sekitar 1 minggu
Untuk ukuran kayu juga harus sesuai, panjang kayu berkisar antara 4-5 meter
Untuk 1 badan perahu ketek bisa memerlukan 60 keping kayu
Mesin yang di gunakan beragam ada yang menggunakan mesin engkol diesel tipe 1115 pk
Cat yang digunakan yaitu merek kuda terbang dan pengeringan cat memerlukan waktu 1-2 hari

Proses pembuatan perahu kayu (Ketek)

Pak Suherman mengaku memperoleh keahlian ini secara turun-temurun, lebih lanjut ia bercerita sudah banyak pesanan yang mengantri untuk memperoleh ketek hasil karyanya.

“Alhamdulillah pesanan banyak yang masuk, bahkan sekarang untuk dapat 1 ketek harus menunggu sampai 1 tahun karena pesanan sudah mengantri”, pungkasnya.

Pembuatan perahu kayu di Desa Simpang Tiga adalah contoh nyata bagaimana warisan budaya bisa menjadi sumber penghidupan, identitas, sekaligus inspirasi bagi generasi muda. Pelestarian Potensi Lokal ini adalah tugas bersama, demi masa depan desa yang berakar pada kekuatan lokal. (her)

 

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *