Mataram (NTB), utarapos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi NTB, H. Amir, saat mewakili Gubernur NTB dalam kegiatan Halalbihalal dan Pengajian Umum di NWDI Center, Kota Mataram, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah ini turut menghadirkan Ketua Umum PB NWDI, Muhammad Zainul Majdi, yang memberikan tausiyah mengenai pentingnya etika sosial dan penguatan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan H. Amir, disampaikan bahwa momentum Idulfitri 1447 H harus dimaknai sebagai sarana memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mempererat silaturahmi.
Pemerintah Provinsi NTB juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Selain itu, Pemprov NTB tetap berkomitmen mewujudkan visi NTB Makmur dan Mendunia melalui tiga pilar utama, yaitu pengentasan kemiskinan melalui program Desa Berdaya, penguatan ketahanan pangan, serta optimalisasi sektor pariwisata berkelas dunia.
“Momentum Idulfitri harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam memenuhi kebutuhan dasar dan mendorong kemajuan NTB,” ujar H. Amir saat membacakan sambutan Gubernur.
Dalam tausiyahnya, Muhammad Zainul Majdi menekankan pentingnya menjaga kehormatan sesama sebagai fondasi utama dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah. Mengacu pada Surah Al-Hujurat ayat 10–12, beliau mengingatkan umat agar senantiasa menjaga lisan, menghormati privasi, serta menjauhi perilaku ghibah.
“Persaudaraan bukan sekadar ucapan, tetapi diwujudkan dalam sikap nyata untuk saling menghormati, menjaga kehormatan, dan tidak saling menyakiti,” tegas TGB di hadapan para jamaah.
“Surah Al-Hujurat mengajarkan kita untuk tidak merendahkan sesama, tidak mencari-cari kesalahan orang lain, dan menjauhi ghibah sebagai bagian dari menjaga harmoni sosial,” tambahnya.
Kegiatan Halalbihalal ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi masyarakat NTB. Melalui momentum ini, diharapkan sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat semakin kokoh dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan inklusif. (sas)














