Dalam sambutannya Bupati Najmul menyampaikan ucapan terimakasih kepada BGN telah mendukung hadirnya dapur SPPG 3T di Kabupaten Lombok Utara, kehadiran program MBG ditumbuhkan tidak hanya sebagai kegiatan seremonial melainkan sebagai langkah nyata untuk memperkuat pemenuhan gizi masyarakat terutama bagi anak-anak dan generasi muda.
“Kualitas sumber daya manusia tidak dapat dibangun hanya melalui pendidikan anak-anak juga membutuhkan asupan gizi yang cukup, lingkungan yang sehat dan dukungan sosial yang kuat,”tuturnya.
Kehadiran dapur SPPG 3T di Lombok Utara memiliki arti yang sangat penting program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan layanan gizi dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan perhatian lebih termasuk wilayah yang secara geografis memiliki tantangan akses dan distribusi dalam pelayanan.
Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi besar dengan kultur masyarakat yang kuat sumber daya alam yang melimpah serta tradisi gotong royong yang masih hidup di tengah-tengah masyarakat, namun potensi tersebut harus terus didorong dengan program yang tepat sasaran melalui dapur SPPG 3T.
“Kita berharap ada dampak langsung bagi peningkatan kualitas gizi anak-anak penguatan ketahanan pangan lokal serta pemberdayaan masyarakat di sekitar program ini, serta membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat petani pelaku lokal sekolah dan keluarga,”harapnya.
“Dapur ini tidak hanya menjadi tempat penyediaan makan bergizi, namun dapur ini harus menjadi gerakan pusat bersama untuk membangun kesadaran gizi memperkuat pangan lokal dan memastikan anak-anak Lombok Utara tumbuh sehat cerdas dan siap menghadapi masa depan,”lanjutnya.
Pemda KLU mendukung program-program yang berpihak kepada peningkatan kualitas hidup masyarakat, bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari manusia jika anak-anak kita sehat maka masa depan Lombok Utara juga akan lebih maju.
“Saya berpesan kepada pengelola MBG agar amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, jaga kualitas makanan perhatikan kebersihan pastikan ketetapan sasaran kita bangun koordinasi yang baik dengan semua pihak,”ucapnya.
“Saya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga dan mendukung program ini tidak ada satu program besar yang dapat berhasil tanpa dukungan bersama,”tutupnya.
Sementara itu Kepala BGN Dadang menyampaikan MBG di canangkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai jawaban atas masalah yang terjadi, dimanna penduduk Indonesia lahir 6 orang per menit dan sekitar tiga juta per tahun.
“Pendidikan rata-rata 9 tahun jadi kita bisa lihat bahwa penduduk Indonesia, dengan adanya MBG kebutuhan gizi terpenuhi dan sampai ke pelosok-pelosok negeri,”katanya.
Jumlah SPPG di Indonesia sudah mencapai 28.390 dan melayani 62,2 juta penduduk Indonesia dimana program MBG baru berjalan sekitar satu tahun lebih, menjadikan program tercepat yang pernah dilakukan di seluruh dunia.
SPPG berperan melakukan pemenuhan gigi anak-anak mulai dari dalam kandungan sampai usia 18 tahun, dimana keinginan kita agar mereka tumbuh sehat dan ceria karena 1000 hari pertama kehidupan penting, dengan gizi seimbang agar tubuh nya tinggi kemudian kuat serta hebat.
Di Nusa Tenggara Barat sudah ada 824 SPPG yang berdiri dan itu artinya uang yang beredar sekitar 824 miliar per bulan, untuk satu SPPG mengelola satu miliar dimana 70 persen dari anggrannya digunakan untuk membeli bahan baku yang sebagian besar adalah produk-produk mulai dari telur beras kemudian sayuran buah ikan, daging dan lain-lain.
“Kehadiran SPPG di berbagai daerah juga membangkitkan tubuhnya produktivitas wilayah, miliaran uang berputar,”tutupnya














