Lombok Utara (NTB), utarapos.com – Matangkan persiapan kunjungan Putri Mahkota Victoria dari Swedia, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Rapat koordinasi (Rakor) di Aula Kantor Bupati Lombok Utara pada Rabu, (2//8/2026). Rakor di pimpin Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, S.T.,M.T tersebut dihadiri jajaran Organisasi prangkat daerah (OPD), Forkopimda KLU, serta jajaran Pemprov NTB terkait.
Kunjungan Putri Mahkota Victoria yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 September 2026 tersebut akan menyasar sejumlah lokasi di Kabupaten Lombok Utara. Selain sebagai Goodwill Ambassador UNDP, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai potensi serta praktik baik pembangunan yang ada di daerah.
Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, S.T.,M.T, menyampaikan bahwa Pemkab Lombok Utara siap menerima dan menyambut kunjungan Putri Mahkota Victoria dengan sebaik-baiknya. Pihaknya akan melakukan persiapan secara matang, khususnya pada sejumlah lokasi yang menjadi bagian dari agenda kunjungan.
“Intinya, kunjungan Putri Mahkota Victoria di Kabupaten Lombok Utara siap kami terima dengan baik. Kami akan mempersiapkan dengan matang terkait lokasi-lokasi yang akan dikunjungi,” ungkapnya.
Menurutnya, meskipun kunjungan tersebut bukan dalam konteks kunjungan kenegaraan, kedatangan langsung Putri Mahkota dari Swedia tetap menjadi sebuah kehormatan sekaligus bentuk hubungan dan kerja sama antarnegara yang patut diapresiasi.
“Walaupun ini bukan kunjungan kenegaraan, akan tetapi ini merupakan bagian dari kunjungan antarnegara oleh Putri Mahkota langsung dari Swedia. Hal ini patut kami ucapkan terima kasih, karena Kabupaten Lombok Utara merupakan bagian penting dari lokasi yang dikunjungi,” tambahnya.
Berdasarkan agenda yang telah disiapkan, pada Sabtu (5/9), rombongan dijadwalkan mengunjungi Bale KITA, gerai penyaluran produk UMKM Provinsi NTB. Kunjungan dilanjutkan ke SMKN 1 Pemenang untuk melihat pembangunan rekonstruksi gedung pascagempa yang didukung pendanaan KFW.
Selanjutnya, Putri Mahkota Victoria dijadwalkan mengunjungi Puskesmas Pemenang untuk melihat pengembangan sistem monitoring logistik kesehatan (SMILE) yang mendapat dukungan UNDP. Program tersebut juga diketahui telah memperoleh penghargaan Global Award.
Pada Minggu (6/9), agenda kunjungan berlanjut ke Gili Meno dengan sejumlah kegiatan yang mengangkat isu ekonomi biru dan pelestarian lingkungan. Di antaranya dialog mengenai inisiatif ekonomi biru bersama masyarakat lokal dan pihak terkait, kunjungan ke penangkaran penyu, pelepasan tukik, transplantasi terumbu karang serta diskusi mengenai pengembangan rumput laut.
Rombongan kemudian dijadwalkan mengunjungi Kampung Adat Bayan, termasuk Hutan Adat Bayan dan Mata Air Mandala. Dalam agenda tersebut juga direncanakan kegiatan penanaman pohon di sekitar mata air serta dialog bersama masyarakat adat Bayan di Desa Karang Bajo.
Pemkab Lombok Utara bersama Pemprov NTB terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kesiapan setiap lokasi dan agenda yang akan dikunjungi.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum positif dalam mempererat hubungan dan kerja sama internasional, sekaligus memperkenalkan potensi Lombok Utara dalam bidang pemberdayaan masyarakat, UMKM, pendidikan, kesehatan, ekonomi biru, konservasi lingkungan, serta kearifan lokal masyarakat adat. (sas)
















