Opini  

Menjadikan Literasi sebagai Fondasi Masyarakat Cerdas

Opini  –SELURUH stakeholder perlu meneguhkan komitmen dalam rangka menjadikan gerakan literasi sebagai fondasi utama untuk membangun masyarakat yang cerdas, inovatif, dan berdaya saing. Semangat literasi harus ditunjukkan melalui gelaran-gelaran festival literasi di tengah masyarakat.

Literasi tak hanya bersangkut paut dengan kemampuan membaca buku, melainkan menyatu dalam konteks kehidupan sosial masyarakat. Artinya bahwa literasi yang sejati itu tidak hanya membuat orang pandai tetapi juga bijak dalam kehidupannya. Hal ini berarti seorang yang melek literasi itu seyogianya tidak hanya mampu membaca teks namun juga mampu membaca kehidupan. Di samping itu, mampu melihat kebijakan yang benar dan salah maupun yang adil dan dzalim.

Oleh karenanya, peningkatan literasi tidak hanya sebatas dan terbatas pada aspek membaca dan menulis semata, akan tetapi mencakup pula soal numerasi, literasi digital, literasi finansial, serta literasi pada aspek-aspek kehidupan lainnya. Pendeknya, literasi bukan hanya sekadar terfokus pada kemampuan individu untuk membaca dan menulis, melainkan nampak pada keberanian untuk menghidupkan kata-kata menjadi perubahan yang nyata di tengah perikehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Kegiatan-kegiatan semacam festival gerakan literatif di masyarakat sangat vital untuk menggenjot peningkatan literasi secara kolektif di seluruh pelosok tanah air guna melahirkan generasi masa depan yang lebih peduli terhadap dunia literasi dan siklus keliterasian yang berdinamika di dalamnya.

Para stakeholder yang ansich bergerak di bidang keliterasian mesti berkomitmen penuh dalam mendukung setiap upaya yang menunjang peningkatan literasi bagi generasi bangsa di seluruh pelosok Indonesia.

Demonstrasi dan aksi nyata untuk membangkitkan spirit dan kesadaran kolektif berkenaan dengan urgensi literasi bagi kompas kehidupan masa depan mesti semakin meningkat sekakigus memacu kemelekan masyarakat menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Hal ini penting diatensi bersama agar literasi menjadi sarana yang tepat untuk menciptakan generasi yang lebih berdaya dan sejahtera pada masa mendatang.

Kegiatan-kegiatan pemasyarakatan literasi harus dijadikan wadah strategis guna menumbuhkan minat baca yang seturut tempus untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Program-program yang berorientasi pada pembiasaan literasi di masyarakat niscaya menghadirkan beragam kegiatan menarik yang mendorong partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Semisal kegiatan bedah buku, diskusi interaktif bersama penulis ternama, lokakarya penulisan kreatif, pameran buku dari berbagai penerbit, hingga penyediaan diskon pembelian buku dan sebagainya.

Maka, seluruh upaya pemasyarakatan literasi perlu dirancang dengan perencanaan yang matang agar gerakan internalisasi literasi di tengah masyarakat tidak hanya berujung mampu menginspirasi individu, melainkan dapat memantik spirit literasi sebagai gerakan kolektif. Ini berarti literasi tak hanya konsen memokuskan pada kegiatan membaca, namun harus menjadi dinamisator penggerak pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Bersempenaria, literasi sebagai fondasi dalam mewujudkan masyarakat yang cerdas perlu fokus pada gerakan bersama, yang mana seseorang tidak hanya cukup memiliki kemampuan dasar untuk menjadi cerdas dan berdaya saing Intinya, individu perlu memastikan diri apakah memiliki fondasi literasi yang baik, masyarakat dapat menjadi lebih cerdas, berdaya saing, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih baik, serta dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup maupun mencapai tujuan hidup yang lebih baik. Semoga.

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250
error: Content is protected !!