Lombok Utara (NTB), Utarapos.com – Dipusatkan di Dusun Tanaq Muat, Pemerintah Desa (Pemdes) Kayangan menghelat ritus Roah Beleq, merupakan bagian dari rangkaian perayaan ritus adat Bedugulan. Kegiatan diikuti warga yang tergabung dalam Subag P3A Lendang Jurang dalam rangka mensyukuri hasil komoditi pertanian dan perkebunan yang mereka peroleh.
Menurut Kepala Desa Kayangan Edi Kartono, bahwa pelaksanaan Roah Beleq tersebut diadakan di dekat area persawahan. Rangkaian kegiatan Bedugulan ini dilakukan setiap tahun oleh masyarakat petani pemakai air sebagai ungkapan syukur mereka kepada Allah SWT atas hasil pertanian yang diperoleh.
“Kegiatan tahunan ini dilaksanakan pada bulan keenam dalam kalender adat, yang dikenal dengan istilah Jango Bangar,” ungkap Edi, kepada wartawan media ini. Senin (8/9 2025)
Wakil Ketua Subag P3A ini lantas mengharapkan acara roah beleq tersebut dapat membawa berkah berupa capaian hasil pertanian yang melimpah ke depan. Selain itu, memastikan kecukupan air irigasi untuk lahan pertanian setempat.
Kata dia, pelaksanaan roah beleq tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya tahun 2024 perayaan ritual adat tersebut mengundang bupati dan kepala dinas terkait. Tahun 2025, pelaksanaan Bedugulan diadakan dengan sederhana tanpa melibatkan dinas instansi. Hal ini bertujuan menjaga kesakralan ritual di samping memokuskan perhatian rasa syukur petani atas hasil komoditi pertanian yang diperoleh.
Pada tahun lalu, masih kata Edi, kesempatan perayaan ritus adat ini dimanfaatkan guna menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi petani, terutama perbaikan irigasi tersier dan sekunder agar aliran air lancar menuju lahan pertanian warga.
“Dengan tetap mengedepankan nilai tradisi dan rasa syukur, masyarakat berharap komuni Bedugulan ini akan terus jadi momentum penting memperkuat kesejahteraan di sektor pertanian di Dusun Tanaq Muat” demikian Edi. (lai)
![]()



















