Kaleidioskop Harlah ke-19 Ponpes Al-Jariyah 2025

PANITIA SOLID, KOMUNI MERIAH

Lokawacana

Lombok Utara (NTB), utarapos.com – SEJAK PAGI, halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Jariyah NWDI San Baro dipadati ratusan jamaah, santri, tokoh masyarakat, para pejabat, dan tamu undangan terkait lainnya. Hari itu bukan hari biasa, melainkan pranamasa perayaan memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-19 Ponpes Al-Jariyah terangkai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Syahdan, suasana Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara pada 21, September 2025 begitu berbeda dari biasanya.

“19 Tahun Berkhidmat: Menguatkan Semangat Ber-Islam dengan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW”. Tema ini bukan sekadar seremonial memperingati ulang tahun pesantren, melainkan momentum bersama dalam kebersamaan, mensyiarkan Islam, dan refleksi kontemplatif perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan Islam yang lahir dari kepedulian masyarakat setempat pada tahun 2006.

Di balik kemeriahan dan kekhidmatannya, ada satu kata kunci yang membuat segalanya berjalan lancar: “soliditas panitia”. Dengan kerja sama kolegial, panitia berhasil menyulap rangkaian kegiatan Harlah menjadi tetreting spiritual, intelektual, dan budaya masyarakat.

Latar Pemikiran: Dari Kepedulian Menuju Pengabdian

Ponpes Al-Jariyah NWDI San Baro berdiri pada 5 April 2006 berdasarkan hasil musyawarah mufakat tokoh agama dan tokoh masyarakat Dusun San Baro ketika itu. Tujuan awalnya sederhana: menjaga generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi dengan memperkuat basis pendidikan agama. Sejak awal, pesantren ini tumbuh dan berkembang dengan semangat gotong royong. Tepat 23 April 2006, kepengurusan ponpes resmi terbentuk dilegalkan dengan keluarnya SK Izin Pendirian Madrasah dari Kementerian Agama diakhir tahun.

Kini, pasca 19 tahun berkhidmat, Al-Jariyah telah melahirkan ribuan alumni yang berkiprah di berbagai bidang. Maka, Harlah ke-19 bukan sekadar aktivitas seremonial tahunan, melainkan simbol kebersamaan, rasa syukur, sekaligus penghormatan kepada para perintis pesantren.

Rangkaian Acara: Dari Santri, Oleh Santri, Untuk Masyarakat

Panitia Harlah ke-19 telah menyusun rangkaian acara yang variatif, inklusif, dan menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari pendidikan, sosial, hingga budaya, semua terwakil dengan rangkuman kegiatan berikut.

Pertama, Bedah Buku Penulis Lombok Utara. Kegiatan ini menghadirkan para penulis lokal untuk berbagi inspirasi dan sekalugus mengajak generasi muda mencintai literasi. Kedua, Lomba Cerpen Tingkat Pelajar. Sebuah ajang kompetisi pelajar se-Lombok Utara dengan lomba cerpen. Ketiga, Panggung Prestasi Santri. Menampilkan karya, bakat, dan inovasi para santri dalam bentuk seni, naskah pidato, dan keterampilan lainnya. Keempat, Cek Kesehatan Gratis.
Wujud kepedulian pesantren atas kesehatan masyarakat.

Kelima, Hiziban Akbar. Ribuan jamaah larut dalam lantunan doa dan hizib, menciptakan suasana religius yang penuh haru. Keenam, Pawai Alegoris. Santri dan masyarakat memeriahkan jalan desa dengan pawai bernuansa Islami, penuh kreativitas. Ketujuh, Shalawat Bersama Majelis Ahmadain. Malam penuh shalawat, menghadirkan kehangatan spiritual dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Kedelapah, Puncak Harlah.  Diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan tokoh, hingga pengajian umum.

Soliditas Panitia: Kunci Kesuksesan

Harlah ke-19 bukanlah acara kecil. Dengan anggaran swadaya sejumlah puluhan juta yang dikumpulkan dari hasil donasi berbagai pihak, baik perorangan dan lembaga. Dana diperoleh dari kerja keras panitia dengan mencari dukungan stakeholder, mulai dari distribusi proposal bantuan dana, koordinasi dengan instansi pemerintah, hingga menjalin komunikasi dengan masyarakat.

Kepanitiaan di bawah komando Abdul Gafur, S.Sos., M.Sos., dapat bekerja dengan baik melalui distribusi tugas yang jelas. Dengan garis instruksi yang terorganisir: siapa mengerjakan apa, siapa bertanggung jawab apa, dari seksi acara, perlengkapan, konsumsi, humas, dekorasi, publikasi, dokumentasi, hingga seksi keamanan.

Di tengah begitu banyak tugas yang harus dikerjakan untuk memastikan setting acara yang matang, soliditas panitia terlihat dari beberapa hal. Pertama, transparansi keuangan. Setiap pengeluaran dipertanggungjawabkan secara rinci. Kedua, gotong royong. Panitia tidak bekerja sendiri tapi dibantu keterlibatan masyarakat, mulai dari meminjam alat-alat yang dibutuhkan hingga menyediakan konsumsi.

Ketiga, kreativitas lomba cerpen dan festival pelajar,  menunjukkan keberanian panitia keluar dari pola lama.
Keempat, fleksibilitas. Panitia menyesuaikan kegiatan dengan jadwal masyarakat, sehingga partisipasi tetap tinggi.

Lomba Cerpen: Kreativitas Santri dan Pelajar

Salah satu kegiatan paling berkesan adalah Lomba Menulis Cerpen. Ajang ini tidak hanya sekadar lomba, tetapi ruang ekspresi estetis bagi pelajar untuk menyuarakan isu-isu sosial dan budaya yang berdinamika di masyarakat. Tema cerpen diangkat peserta pun sarat makna, terutama tentang pernikahan dini dan perjuangan anak muda untuk menyongsong masa depan yang dicita-citakan.

Adapun para peraih juara lomba ditetapkan melalui SK Dewan Juri. Juara 1 diraih Nunun Zohria (SMAN 1 Pemenang) dengan Cerpen Gadis Penolak Janji dari Utara. Juara 2 diraih M. Zaenuri Al-Fani (MA Al-Jariyah) dengan Cerpen Aku Pelajar Anti Nikah Dini. Juara 3 diraih Ester Agustina (SMPN 3 Gangga) dengan Cerpen Aku Ingin Hidupku, Bukan Pernikahan Itu. Terakhir Juara 4 diraih Utami Dhammitta (SMAN 1 Gangga) dengan Cerpen Padamnya Sumbu Lilin Kecil.

Cerpen-cerpen karya putra-putri terbaik Lombok Utara di atas menggambarkan kegelisahan remaja atas praktik pernikahan dini yang masih terjadi. Panitia dengan cerdas menjadikan lomba ini sebagai sarana edukasi sekaligus kampanye sosial.

Puncak Acara: Doa, Shalawat, Pengajian dan Silaturahmi

Minggu, 21 September 2025, menjadi hari puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Harlah yang dimulai dari sepekan sebelumnya. Acara dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan, hingga pengajian umum oleh Syaikh Athiyah Abduh al-Masry.

Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST, MT hadir dan memberikan sambutan hangat. Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, S.Sos., M.Si., serta para Masyaikh dari MDQH Pancor. Kehadiran sejumlah tokoh ini menegaskan pentingnya keberadaan pesantren dalam membangun masyarakat Lombok Utara. Komuni puncak harlah ditutup dengan doa bersama, kemudian ramah tamah dan sesi foto bersama. Suasana pun tampak penuh keakraban berbalut haru. Meluahkan pesan khusus – mengikat kembali tali persaudaraan umat Islam.

Makna dan Refleksi

Kemeriahan Harlah ke-19 Ponpes Al-Jariyah menyuguhkan banyak pelajaran berharga bagi kita semua. Beberapa di antaranya yaitu kebersamaan adalah kunci panitia, santri, masyarakat, dan pemerintah bahu-membahu menyukseskan acara. Kemudian, pesantren sebagai pusat peradaban bukan hanya mencetak ahli agama, melainkan memiliki peran vital dan strategis membangun kesadaran sosial dan budaya, agen perdamaian, penjaga moral, dan penggerak peradaban dalam matra kehidupan sehari-hari.

Pesan lain bahwa keniscayaan adanya ruang ekspresif bagi generasi muda kita untuk menuangkan kreativitas seperti festival pelajar dan lomba menulis cerpen untuk ajang santri dan siswa menyuarakan isu-isu penting berbangsa. Terakhir, soliditas panitia menentukan hasil. Tanpa koordinasi yang baik serta komunikasi yang efektif, mustahil acara besar ini bisa sukses (sukses perayaan dan sukses hasil).

Khatamun

Panitia Solid, Harlah Al-Jariyah Meriah” bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan bendeeang di San Baro pada 21 September 2025. Dengan spirit gotong royong, transparansi, dan kreativitas, panitia berhasil menyulap Harlah ke-19 menjadi ajang membumikan syiar Islam yang sarat makna. Tak hanya itu, acara ini menjadi simbol bahwa pesantren adalah sentrum cahaya ilmu, tempat berseminya nilai-nilai kebersamaan, kesatuan dan benteng moral di tengah derasnya arus perkembangan zaman. Akhirnya, semoga diusia ke-19 tahun, Pondok Pesantren Al-Jariyah NWDI San Baro semakin teguh dan kokoh melangkah, melahirkan generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap membawa cahaya Islam ke seluruh penjuru negeri. (*)

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250
error: Content is protected !!