Dukung Program Laut Sehat, KKP dan Pemda KLU Gelar Rakor Penanganan Sampah Gili Matra

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH foto bersama usai Rakor penanganan sampah di Gili Matra dalam rangka mendukung program laut sehat bebas sampah di KLU yang diselenggarakan oleh BKKPN Kupang Satker Gili Matra berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bertempat di kantor Bupati (23/10/2025).

Lombok Utara (NTB), utarapos.com – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH membuka Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan sampah di Gili Matra dalam rangka mendukung program laut sehat bebas sampah di KLU yang diselenggarakan oleh BKKPN Kupang Satker Gili Matra berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bertempat di kantor Bupati (23/10/2025). Hadir juga Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Pengelolaan Keluaran Direktorat Pesisir dan Pulau-pulau kecil Dr. Ahmad Aris, SP., M.Si, Kepala Dinas LH Husnul Ahadi, S.KM,serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Najmul menyampaikan bahwa Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air yang merupakan aset terbesar yang dimiliki Kabupaten Lombok Utara, untuk itu memerlukan perhatian dari semua pihak.

“Permasalahan sampah di Gili Matra merupakan hal yang harus disikapi secara serius oleh pemerintah,”katanya.

Bupati menyebutkan, masalah sampah di Gili Matra disebabkan oleh beberapa faktor seperti kurangnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah serta lainnya.

“Untuk itu berharap permasalahan yang ada di Gili Matra dapat terjawab dengan kehadiran Kementerian Kelautan dan Perikanan di Lombok Utara,”katanya.

Sementara itu dalam penyampaiannya Direktur Pesisir dan Pulau-pulau kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Ahmad Aris, SP., M.Si, menyampaikan bahwa kolaborasi dan koordinasi dilakukan antara KPP dengan pemerintah daerah demi terciptanya laut bebas sampah di 2029.

“Gili Matra masih menjadi daerah konservasi yang dikelola KKP untuk itu hadir dan bersinergi bersama pemerintah daerah, serta stek holder lainnya” ujarnya

Ia mengatakan, KKP memiliki program 2029 laut bebas sampah, baik itu sampah yang berasal dari muara sungai, pulau-pulau kecil, kawasan pesisir, pelabuhan dan aktivitas laut

Ahmad Aris juga menyampaikan bahwa Gili Matra akan menjadi modeling bagi pulau-pulau kecil di indonesia dikarenakan Gili Matra merupakan kawasan konservasi dan pariwisata

“Penanganan sampah di Gili Matra akan diawali dengan memetakan data sehingga intervensi dapat dilakukan dengan tepat sasaran” imbuhnya

Dalam kesempoatan itu ia juga menjelaskan, KKP akan memberikan bantuan alat insenerator yang telah lulus uji, sehingga kedepan sampah dapat terkelola dengan baik, dan menghindari penumpukan yang ekstrem

“Gili Matra akan menjadi kawasan Zero Waste, dengan menyelesaikan sampah yang tertumpuk dan yang akan datang” terangnya

Dimana harapannya nanti tambah Ahmad Aris, pemerintah daerah juga bisa menerbitkan suatu regulasi peraturan bupati yang nanti akan memberikan tekanan dan bagaimana pengelolaan sampah di Lombok Utara (lai)

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250
error: Content is protected !!