Musi Banyuasin (Sumsel), utarapos.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan warga binaan dengan melakukan layanan skrining Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS secara gratis, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini penyakit menular sekaligus langkah preventif untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan bebas dari risiko penyebaran penyakit.
Pelaksanaan skrining dilakukan melalui kerja sama antara Lapas Sekayu dan Puskesmas Balai Agung. Sebanyak 50 warga binaan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang meliputi skrining TBC dan HIV/AIDS sebagai bagian dari pengawasan kesehatan rutin di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIB Sekayu, Aris Sakuriyadi kepada awak media mengatakan bahwa pelayanan kesehatan bagi warga binaan merupakan salah satu prioritas yang terus diperkuat oleh jajaran Lapas Sekayu.
“Melalui skrining ini, kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik. Ini juga menjadi langkah nyata dalam mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan lapas,” ujar Aris.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus menghadirkan layanan kesehatan yang optimal melalui sinergi dan kerja sama dengan fasilitas kesehatan setempat guna meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.
Dalam pelaksanaannya, tambahnya. Petugas kesehatan melakukan wawancara terkait riwayat kesehatan peserta, aktivitas yang berisiko terhadap penularan penyakit, hingga riwayat penggunaan narkoba suntik.
“Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sampel dahak untuk skrining TBC serta pengambilan sampel darah dan konseling kesehatan untuk pemeriksaan HIV/AIDS” tutupnya
Dalam pada itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Lapas Sekayu, Fiqih Utama, menyebutkan bahwa skrining TBC dan HIV/AIDS tersebut tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi warga binaan.
“Kami ingin meningkatkan kesadaran warga binaan tentang pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat. Selain pemeriksaan, mereka juga diberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit menular agar dapat lebih peduli terhadap kesehatan diri dan lingkungan,” kata Fiqih.
Menurutnya, pemahaman mengenai pola hidup sehat sangat penting sebagai bekal bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan maupun saat kembali ke tengah masyarakat nantinya.
Melalui kegiatan skrining dan edukasi kesehatan ini, Lapas Sekayu berharap kondisi kesehatan warga binaan dapat terus terpantau dan terjaga dengan baik, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, serta bebas dari penyebaran penyakit menular.
skrining TBC dan HIV/AIDS tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Sekayu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi warga binaan sesuai dengan prinsip pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan. (tri)















