Buka Sosialisasi DKD KLU, Wabup Kus Berharap Kebudayaan Terintegrasi Berbagai Sektor Pembangunan Daerah.

Wakil Bupati Lombok Utara Kushalahadi Syamsuri, S.T., M.T didampingi Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kamardi Arif, S.H dan narasumber sampaikan sambutan sekaligus membuka Sosialisasi Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kabupaten Lombok Utara yang mengusung tema “Lokalitas Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Lombok Utara”, yang berlokus di Aula Kantor Bupati setempat. Kamis (20/8/2026)

Lombok Utara (NTB), utarapos.com – Wakil Bupati Lombok Utara Kushalahadi Syamsuri, S.T., M.T., secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kabupaten Lombok Utara yang mengusung tema “Lokalitas Pemajuan Kebudayaan di Kabupaten Lombok Utara”, yang berlokus di Aula Kantor Bupati setempat. Kamis (20/8/2026), terpantau turut hasir juga Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan, S.Sos., M.Si. Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan NTB Ahmad Hariri, S.S., M.A., Ketua DKD KLU Kamardi Arif, S.H., Kabid Kebudayaan Dikbudpora KLU Raden Sawinggih, serta sejumlah tokoh budaya dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wabup Kusmalahadi menegaskan bahwa pembentukan dan sosialisasi DKD merupakan langkah strategis untuk meningkatkan eksistensi kebudayaan daerah di tengah tantangan globalisasi dan perubahan pola hidup masyarakat modern.

Lombok Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari tradisi, adat istiadat, kesenian, bahasa, kuliner, hingga pengetahuan lokal yang diwariskan lintas generasi, namun, banyak nilai-nilai tersebut perlahan mulai ditinggalkan karena dianggap kurang relevan oleh generasi muda.

“Pemajuan kebudayaan harus dilakukan dengan cara yang adaptif, kreatif, dan kontekstual tanpa kehilangan akar identitas kita, saya memandang keberadaan Dewan Kebudayaan Daerah memiliki posisi yang sangat strategis,”ujar Wabup.

Selain itu, Wabup Kus menekankan bahwa peran DKD tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan festival atau kegiatan seremonial semata, bagaimana menginginkan kebudayaan terintegrasi ke dalam berbagai sektor pembangunan daerah.

“Kita tidak ingin kebudayaan hanya hadir saat ada acara, kebudayaan harus hidup dalam kehidupan sehari-hari, masuk ke dunia pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, pembangunan desa, bahkan dalam pembentukan karakter generasi muda,” tegasnya.

Dalam pada itu, tambah Wabup Kus, mengingat kompleksitas tugas pemajuan kebudayaan, Wabup Kus menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri,diperlukan kolaborasi kuat antara budayawan, seniman, tokoh adat, akademisi, komunitas, dan masyarakat luas.

“Melalui sosialisasi ini, DKD diharapkan mampu menjadi jembatan sinergi yang merumuskan arah kebijakan kebudayaan sekaligus menjaga keberlangsungan warisan leluhur agar tetap lestari dan bermakna bagi masa depan Lombok Utara,”tutupnya.(sas)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *