Lombok Barat (NTB), utarapos.com – Polsek Gunungsari menggelar patroli imbangan Operasi Mandalika Rinjani 2026, menjelang event MotoGP Mandalika. Sebanyak 25 botol tuak diamankan, Jumat (2/10/2026) malam, dari tiga cafe atau warung di Dusun Lilir, Desa Mekarsari, Gunungsari.
Patroli dimulai dengan apel persiapan di Mako Polsek Gunungsari pukul 21.00 Wita. Kapolsek Gunungsari AKP Imran Rosyadi, S.H. memimpin langsung kegiatan bersama Wakapolsek Iptu Ramli, S.H., para Kanit, serta personel gabungan.
“Kami tekankan anggota bertindak tegas, profesional, namun tetap humanis. Keselamatan personel dan masyarakat harus menjadi perhatian utama,” ujar AKP Rosyadi.
Personel kemudian menyisir sejumlah cafe dan warung tuak di Dusun Lilir, Desa Mekarsari, serta Desa Mambalan. Pemeriksaan menyasar peredaran tuak, kondisi pengunjung, jam operasional, serta potensi keributan dan gangguan suara.
“Patroli ini kami lakukan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas, sekaligus mendukung Operasi Mandalika Rinjani 2026 dalam rangka pengamanan rangkaian MotoGP Mandalika,” ungkap AKP Rosyadi.
Di Warung Tenggo, petugas mengamankan lima botol ukuran Narmada besar berisi tuak. Pemeriksaan berlanjut ke Warung Selemor dengan temuan empat botol ukuran Narmada besar serta empat botol ukuran Narmada kecil.
“Kami mengingatkan pengelola agar tidak menyajikan tuak kepada pengunjung yang sudah mabuk berat, karena kondisi tersebut bisa memicu keributan,” kata AKP Rosyadi.
Sementara di Warung Jepun, polisi kembali mengamankan 12 botol ukuran Narmada besar berisi tuak. Total ada 25 botol tuak yang diamankan dari tiga lokasi. “Kami juga meminta para pengunjung tidak mengendarai kendaraan, setelah mengonsumsi alkohol karena risikonya sangat besar bagi keselamatan diri maupun pengguna jalan lain,” tutur AKP Rosyadi.
Polisi turut mengingatkan pengelola, agar menghentikan aktivitas kafe atau warung serta musik pada pukul 22.00 Wita. Pengunjung diminta meninggalkan lokasi secara tertib dan kembali ke rumah masing-masing.
“Kami meminta pemilik usaha ikut menjaga kenyamanan warga sekitar. Jangan sampai aktivitas cafe menimbulkan kebisingan atau memicu persoalan dengan masyarakat,” kata AKP Rosyadi.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas tidak menemukan senjata tajam, narkoba, maupun kejadian keributan menonjol. Para pemilik usaha dan pengunjung juga kooperatif mengikuti arahan petugas.
“Kami mengapresiasi sikap kooperatif para pengelola dan pengunjung. Ini yang kami harapkan, sehingga situasi tetap aman tanpa perlu tindakan yang lebih jauh,” ucap AKP Rosyadi.
Patroli berakhir sekitar pukul 23.00 Wits. Personel kembali ke Mako Polsek Gunungsari untuk mengikuti apel konsolidasi, sekaligus mengecek kondisi anggota serta mendata hasil kegiatan.
“Patroli seperti ini akan terus kami lakukan sebagai langkah pencegahan. Kami ingin potensi gangguan bisa diantisipasi sejak awal, terutama menjelang agenda besar di Mandalika dan tahapan Pilkades Serentak,” jelas AKP Rosyadi.
Polsek Gunungsari juga mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan. Warga dapat melaporkan potensi gangguan kamtibmas melalui Bhabinkamtibmas atau Call Center Polri 110 yang tersedia 24 jam.
“Kalau melihat potensi keributan atau tindak kriminal, segera laporkan. Jangan menunggu situasi menjadi lebih besar,” pungkas AKP Rosyadi.
















