Banyuasin (Sumsel), utarapos.com – Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH.,MH memastikan langsung kesiapan logistik dan peralatan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), termasuk bantuan Presiden yang dialokasikan untuk memperkuat penanganan kebakaran di wilayah Kabupaten Banyuasin. Pemerintah Kabupaten Banyuasin memprioritaskan dana bantuan presiden sebesar 9 miliar untuk memperkuat sarana prasarana dan operasional penanganan karhutla. Pasalnya, kebutuhan tersebut menjadi fokus utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani karhutla, penyerahan mobil dan peralatan berlangsung di Dinas BPBD Kabupaten Banyuasin, Rabu (28/10/2026).
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menerima alokasi Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp.15 miliar untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berupa mobil komando dan peralatan. Peruntukan anggaran dana tersebut dikelola untuk Dinas Sosial menyediakan kebutuhan logistik, Dinas PUPR membangun sumur bor dan embung untuk keperluan pemadaman api serta penyediaan air bersih bagi warga, BPBD memberikan insentif kepada petugas di lapangan serta memperkuat peralatan operasional pemadaman karhutla.
Bupati Askolani menjelaskan dana yang dibantu oleh Pak Presiden ke Kabupaten Banyuasin lebih kurang Rp.15 miliar kita serahkan anggaran tersebut untuk Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) lebih kurang Rp. 9 miliar. Disini ada 3 unit mobil Dino salah satunya 1 mobil komando dan juga peralatan untuk menyemprot dalam penanggulangan karhutla, ini adalah cara cepat kita untuk menangani karhutla di wilayah Kabupaten Banyuasin.
“Semoga dengan adanya peralatan ini kita lebih maksimal lagi untuk memadamkan api yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin, karena Banyuasin termasuk ranking 3 sebagai salah satu Kabupaten penyumbang karhutla yang dimana titik hotspot yang paling banyak di Provinsi Sumsel. Tapi alhamdulillah hari ini zero hotspot jadi ini berkat ada hujan kemarin di Kabupaten Banyuasin ini sangat mempengaruhi hotspot yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin. Meskipun titik api (hotspot) berkurang kabut asap tipis masih terpantau sehingga kesiapsiagaan terus dijaga melalui koordinasi bersama pemerintah pusat dan provinsi,” jelasnya.
Lebih lanjut, hujan yang mulai membasahi lahan diharapkan membantu menekan potensi kebakaran di wilayah Banyuasin. Meski demikian, pemantauan lapangan dan kesiapan petugas tetap penting untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memastikan pemantauan wilayah rawan berjalan konsisten, personel tetap siaga, dan respons terhadap indikasi kebakaran dilakukan dengan cepat. Langkah tersebut penting untuk mencegah meluasnya karhutla serta mengurangi dampak asap terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujarnya. (*)
![]()















