Palembang (Sumsel), utarapos.com – Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Abdur Rohman Husen mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Konsolidasi Kesiagaan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Kamis (29/10/2026).
Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen mengatakan, keikutsertaan Pemkab Muba dalam rakornas tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan Pemprov Sumsel dalam menghadapi ancaman karhutla.
Menurutnya, pencegahan harus menjadi langkah utama dengan mengedepankan koordinasi antarlembaga, kesiapan personel dan peralatan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah daerah harus memastikan kesiapsiagaan berjalan, koordinasi antarpihak diperkuat, dan masyarakat ikut berperan menjaga lahan agar tidak terjadi kebakaran,” ujarnya.
Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc., mengatakan kejadian karhutla tahun ini menjadi bahan pembelajaran penting untuk memperkuat tata kelola dan perlindungan lahan gambut ke depan.
Menurut Satyawan, penanganan gambut tidak dapat dilakukan secara parsial atau hanya mengandalkan satu daerah. Diperlukan sinergi antardaerah, termasuk dalam pengelolaan tata air dan pembangunan sekat kanal untuk menjaga kelembapan gambut.
“Sumsel memiliki lahan gambut yang sangat luas. Penanganannya harus dilakukan lintas daerah, termasuk melalui pembagian pengelolaan sekat kanal dan tata air,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengelolaan tata air menjadi salah satu aspek penting dalam upaya menjaga kondisi gambut agar tidak mudah terbakar, khususnya saat memasuki periode rawan kebakaran.
Gubernur Sumsel Dr. Herman Deru, S.H., M.M., dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan karhutla di Sumsel menjadi salah satu prioritas pada tahun ini. Hal tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Sumsel yang memiliki hamparan lahan gambut cukup luas dan rentan mengalami kebakaran.
“BPGMN saat ini berada di bawah komando langsung Bapak Presiden. Tahun ini Sumsel menjadi salah satu provinsi yang melakukan penanganan karhutla dengan skala prioritas,” ujar Herman Deru.
Herman Deru menyebutkan, lahan gambut di Sumsel mencapai sekitar 1,2 juta hektare, termasuk kawasan di Kabupaten Muba. Karena itu, pengelolaan dan perlindungan gambut harus menjadi perhatian bersama.
“Lahan gambut ini perlu dikelola dan dijaga. Perilaku masyarakat yang kerap membakar lahan juga harus diubah. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat agar kebakaran tidak terus berulang,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Muba didampingi Kepala BPBD Muba Marko Susanto, S.STP., M.Si dan Kepala Dinas Perkebunan Muba Drs. Bustanul Arifin. (*)
![]()















