Lombok Utara (NTB), Utarapos.com — Pusat Observasi Bulan (POB) mulai dibangun di Kabupaten Lombok Utara, tepatnya di Desa Teniga Kecamatan Tanjung. Prosesi Peletakan Batu Pertama (ground breaking) konstruksinya diletakkan oleh Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, ST, MT bersama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Zamroni Aziz S.HI, MH, Anggota DPRD Provinsi NTB H. Raden Nuna Abriadi, Sudirsah Sujanto, Ketua DPRD KLU Agus Jasmani, Pabung Dandim 1606/Mataram Letkol Inf. Ngakan Made Marjana, Kepala Perangkat Daerah, Camat, tokoh agama, serta unsur terkait lainya.
Selain pembangunan POB Kakanwil Kemenag NTB juga membangun Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gangga.
Sebelum peletakan batu pertama dimulai, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi menyampaikan, pembangunan Kantor KUA dan POB itu memberikan dampak positif bagi masyarakat Lombok Utara. Secara khusus pembangunan POB tersebut menjadi satu-satunya di Bali Nusra.
“Alhamdulillah Lombok Utara terpilih sebagai tempat pembangunan POB dan nantinya akan dibangun tower setinggi 30 M sebagai tempat dilakukannya pemantauan Hilal,” jelasnya, Rabu (13/8/2025).
Bang Kus, sapaan karib Wabup Lombok Utara ini lantas menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi bersama secara terus menerus dalam membangun daerah, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan semaksimal mungkin.
“Terimakasih saya sampaikan juga pada Kementerian Agama yang telah memilih KLU sebagai lokasi dibangunnya POB. Harapan ketika sudah dibangun nantinya POB ini dapat dijaga dan dirawat,” pinta Bang Kus.
Dalam pada itu, Kepala Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz menuturkan bahwa Lombok Utara terpilih sebagai tempat pembangunan POB mengalahkan kandidat yang lain seperti Kota Mataram, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Menurutnya, POB yang dibangun nantinya juga berfungsi sebagai pusat informasi, edukasi, bahkan tempat wisata.
“Kabupaten Lombok Utara terpilih jadi tempat pembangunan POB karena kami anggap memiliki potensi yang luar biasa,” ujar Zamroni, seperti disadur media ini dari Rilis Berita Prokopim Setda KLU, Rabu petang.
Lebih lanjut, kata Zamroni, POB berfungsi untuk memantau posisi bulan, penentu waktu shalat, awal puasa, lebaran dan lain-lain yang akan mengangkat KLU dan Provinsi NTB karena menjadi satu satunya di wilayah Bali Nusra yaitu Bali, NTB dan NTT.
“Kami di kementerian agama juga membangun KUA, harapan kami pembangunan KUA akan terus bertambah di Lombok Utara,” ungkapnya.
Masih kata Zamroni, target Kanwil Kemenag NTB seluruh gedung-gedung pelayanan yang ada di Kementerian Agama dan KUA pada tahun 2026 hingga 2027 dapat terbangun semuanya, sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal dan baik bagi masyarakat
“Kami siap bersinergi dalam semua hal serta berkolaborasi dengan setiap stakeholder,” pungkas Zamroni.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pembangunan H. Suparlan S.PdI, M.Si menyampaikan dasar pelaksanaan pembangunan POB dan KUA di KLU yaitu DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam tahun 2025. Tujuannya yaitu untuk kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mempermudah akses masyarakat atas layanan keagamaan dan sarana modern observasi hilal.
“Pembangunan KUA berlokasi di Dusun Lekok Kecamatan Gangga. Luas lahan 1000 m2 dan luas bangunan 200,4 m2, Pembangunan POB di Dusun Onggong Desa Teniga luas tanah 1000 m2 dan luas bangunan 165 m2,” jelasnya.
Sumber anggaran gedung POB melalui rupiah murni Kanwil Provinsi NTB dengan anggaran 1,2 miliar sedangkan Gedung KUA melalui dana SBSN dengan anggaran 1,4 miliar lebih.
“Terimakasih kepada semua yang mendukung kegiatan ini dapat berjalan lancar dan tepat waktu dalam dapat meningkatkan pelayanan agama untuk masyarakat Lombok Utara” tutupnya. (lai)
















