Absensi Tenaga Keamanan dan Kebersihan di Dispora OKI DidugaTerselip Nama “Pegawai Hantu”

OKI (Sumsel) Utarapos.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tengah disorot terkait adanya dugaan penyimpangan administrasi ketenagakerjaan dengan modus absensi kegiatan dan laporan pertanggungjawaban (SPJ) Fiktif di tahun anggaran 2025

Temuan di lapangan mengindikasikan adanya nama-nama fiktif atau “Pegawai Hantu” dalam daftar absensi tenaga keamanan (security) dan tenaga kebersihan (cleaning service)

Diduga, ada oknum yang sengaja memasukkan nama orang yang tidak bekerja, atau menggunakan nama honorer yang sudah berhenti namun tetap tercantum di absensi, sehingga gaji / honor tetap cair.

Seorang sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, modus operandi absensi diisi tangan yang sama dan kejanggalan absensi sudah terlihat sejak awal tahun.

“Secara fisik, jumlah petugas yang hadir di lapangan tidak sesuai dengan daftar di absensi yang ditandatangani. Banyak nama yang tercantum, tapi orangnya tidak pernah terlihat. Ada juga indikasi satu orang menandatangani absensi untuk beberapa nama (Titip Absen),” Ungkapnya.

Lebih jauh, sumber tersebut menyebutkan bahwa tanda tangan pada daftar hadir sering kali diseragamkan oleh oknum tertentu.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik setempat, Andi Marseki mendesak aparat penegak hukum untuk ikut turun tangan melakukan penyelidikan, mengingat modus ini berpotensi menjadi tindak pidana korupsi.

“Jika benar terjadi pencairan anggaran belanja pegawai honorer / tenaga kontrak di Dispora OKI yang tidak tepat sasaran, maka modus operandi seperti inilah yang mengakibatkan kerugian keuangan daerah selama ini.” Ungkapnya

Lanjutnya. Dana yang seharusnya diterima oleh pekerja yang bertugas, diduga mengalir ke kantong pribadi oknum tertentu di internal dinas atau pihak ketiga penyedia jasa.

“Ini pola klasik korupsi di tingkat dinas. Harus ada pemeriksaan khusus. Jangan sampai anggaran untuk tenaga kontrak yang notabene adalah tenaga honorer kecil, justru disunat oleh oknum,” tegasnya.

Dilain pihak Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Ogan komering Ilir (OKI) Muhammad Amin S.Pd MM saat di konfirmasi dirinya meminta agar berita jangan di terbitkan dan jangan bikin pusing kepala saya adinda

“Tolong tahan dulu berita itu, Jangan bikin pening kepala ku dindo.” Ungkapnya

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *