Buka Seleksi Pelatihan Migas 2026, Sekda Muba: Masuk Dunia Kerja Andalkan Skill, Bukan “Sanak Dulur”

Sekretaris Daerah Muba, Drs. Syafaruddin, M.Si sampaikan sambutan sekaligus membuka seleksi Pelatihan Subsektor Industri Minyak dan Gas (Migas) Tahun Anggaran 2026. Selasa (14/4/2026) 

Musi Banyuasin (Sumsel), utarapos.com – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi memulai seleksi Pelatihan Subsektor Industri Minyak dan Gas (Migas) Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 110 putra-putri daerah memperebutkan 40 kuota untuk diberangkatkan menuju pusat pelatihan di Cepu, Jawa Tengah. Acara yang berlangsung pada Selasa (14/4/2026) di Sekayu ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Muba, Drs. Syafaruddin, M.Si, yang mewakili Bupati Muba HM Toha Tohet Dalam arahannya, Sekda memberikan pesan membangun kapasitas diri bagi seluruh peserta mengenai realitas dunia kerja profesional.

Andalkan Kapasitas Diri Sendiri

Dalam sambutannya Sekda Syafaruddin mengingatkan agar seluruh peserta mengedepankan kejujuran dan kepercayaan diri selama proses seleksi. Ia menegaskan bahwa di dunia industri, kompetensi adalah kunci utama yang tidak bisa ditukar dengan relasi keluarga.

“Jadilah dirimu sendiri. Untuk masuk ke dunia kerja, yang dibutuhkan adalah kapasitas skill kita sendiri. Tidak bisa lagi mengandalkan bantuan ‘sanak dulur’, paman, atau orang tua, karena dunia kerja hanya menilai kapasitas kita,” tegas Syafaruddin.

Ia juga meminta para peserta untuk benar-benar menguji kompetensi diri secara mandiri sebagai tolok ukur kesiapan menghadapi persaingan global dan dunia kerja di Industri Minyak Dan Gas.

Keberlanjutan Program Melalui Berbagai Sumber Dana

Menanggapi tingginya antusiasme masyarakat, Pemkab Muba berkomitmen agar program pendidikan vokasi ini terus berlanjut. Bagi peserta yang belum beruntung tahun ini, Sekda memastikan pemerintah tetap mencari jalan keluar untuk peningkatan skill masyarakat.

“Sesuai permintaan Pak Kadisnakertrans Muba, pelatihan vokasi seperti ini akan terus kita upayakan kedepannya. Pembiayaan tidak hanya terpaku pada APBD, tetapi juga melalui sumber lain baik APBN yang sudah dijejaki Disnaketrasn muba dan yang memungkinkan, seperti dana CSR atau Dana Pendidikan Dan Beasiswa dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Muba,” tambahnya.

Langkah ini merupakan bagian integral dari program “Keluarga Maju” yang diluncurkan oleh pasangan Bupati HM Toha Tohet dan Wakil Bupati Kiai Abdur Rohman Husen untuk meningkatkan taraf hidup warga Muba.

Mencetak Pelaku Utama Industri

Senada dengan hal tersebut, Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP , menyatakan bahwa kerja sama strategis dengan PPSDM Migas Cepu bertujuan agar pemuda Muba tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Seluruh biaya, mulai dari seleksi, pelatihan, hingga akomodasi di Wisma Widya Patra III, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Kita ingin mencetak SDM unggul yang memiliki sertifikasi kompetensi nasional,” ujar Sinulingga.

Para peserta yang lolos direncakan berdasarkan Time Line akan diberangkatkan pada 2 Mei 2026 mendatang untuk mengikuti diklat intensif di bidang K3 Migas dan Juru Ikat Beban (Rigger). di BPSDM Cepu Blora Jawa Tengah tutupnya (ril)

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *