Upaya Kendalikan Inflasi, Pemda KLU Belajar Tingkatkan Produksi Cabai dan Bawang Merah dari Jateng

Asisten II Setda KLu Ir Herman, Kadis Pangan NTB Dr H Aisil Furqon, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KLU Trisnahadi, S.Pt, foto bersama saat mengikuti GPIP Capacity Building TPID Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota Se-NTB di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dari tanggal 4 hingga 7 Agustus 2025
Lombok Utara, NTB (Utarapost.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia (BI) bertajuk “GPIP Capacity Building TPID Provinsi NTB dan Kabupaten/Kota Se-NTB” di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), dari tanggal 4 hingga 7 Agustus 2025. Pemda KULu mengutus tiga orang, termasuk Asisten II Setda KLU Ir Hermanto dan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi pada Setda KLU Laela Sukati

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KLU Trisnahadi, S.Pt, tujuan utama kehadiran mereka ke Jateng untuk belajar mengenai kegiatan yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jateng serta TPID di tingkat kabupaten.

“TPID Jawa Tengah dan Kebumen berhasil meraih prestasi sebagai TPID terbaik provinsi dan kabupaten tersebut. Kami belajar mengenai giat-giat mereka dalam mengendalikan inflasi, khususnya dalam menjaga stabilitas harga, terutama untuk komoditas cabai dan bawang merah,” ujar Tresnahadi kepada wartawan media ini, Jumat (8/8/2025).

Ia menjelaskan bahwa kedua komoditas tersebut memiliki dampak besar terhadap inflasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga pasokan dan memotivasi para petani agar lebih maksimal dalam menanam cabai rawit dan bawang merah.

“Lonjakan harga cabai dan bawang merah sering terjadi akibat terbatasnya pasokan, disebabkan oleh minimnya petani yang menanam kedua komoditas ini, sementara permintaan tetap tinggi,” ungkapnya.

Tambah Tresnahdi, Pemda Kabupaten Lombok Utara berkomitmen mendorong para petani menanam lebih banyak cabai dan bawang merah.

“Kami juga telah melakukan kerja sama dengan Dinas Pertanian untuk membantu penyediaan bibit cabai kepada kelompok tani, termasuk memberikan obat-obatan dan pupuk,” imbuhnya.

Saat ini, tutur Tresnahadi, terdapat dua kelompok petani bawang merah yang aktif berlokasi di Dusun Lempenge Desa Rempek dan Desa Sesait.

“Inilah ikhtiar kami untuk meningkatkan produksi cabai dan bawang merah di Lombok Utara,” tandasnya.

Ditambahkannya, harapan Pemda kedepan adalah agar lebih banyak petani yang menanam kedua komoditas ini secara mandiri, meskipun tanpa bantuan pemerintah.

Ia menyebutkan, pasar untuk hasil pertanian juga menjanjikan, sehingga petani dapat mengatur pola tanam sesuai musim, seperti menanam pada saat musim hujan agar harga tetap baik

“Semoga harga cabai dan bawang merah dapat terkendali dan tidak melonjak terlalu tinggi, sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga dengan baik,” pungkasnya.(lai)

Loading

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 728x250
error: Content is protected !!