Lombok Utara (NTB) Utarapos.com – Warga masyarakat melakukan aksi pemblokiran jalan yang menghubungkan Dusun Sambik Rindang Desa Salut dan Dusun Lembah Berora Desa Selengan Kecamatan Kayangan. Aksi blokir jalan ini digelar warga sebagai respons terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan membahayakan pengguna jalan tersebut, pada Senin, (22/9/2025)
Kepala Desa Salut Bahrudin ketika dimintai klarifikasi atas aksi warga tersebut mengungkapkan bahwa pada awalnya pihaknya tidak mengetahui aksi pemblokiran jalan tersebut. Namun ia mengetahui kejadian tersebut setelah tersebar di media sosial.
“Kami secara pribadi tidak tahu mengenai pemblokiran itu sampai setelah kejadian karena hal itu sudah viral di media sosial,” jelasnya pada Selasa (23/9/2025).
Lebih lanjut, dikatakan Bahrudin bahwa masalah infrastruktur jalan di desa setempat telah dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Pihaknya bahkan telah mengusulkan jalan penghubung antardesa tersebut dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).
“Namun, kami paham bahwa kemampuan Pemda untuk membangun secara menyeluruh terbatas akibat keterbatasan anggaran daerah,” ujarnya.
Terhadap kejadian tersebut, dirinya berharap masyarakat dapat bersabar sembari mengawal usulan-usulan yang telah diajukan dalam musrenbangdes ke tingkat musrenbang tingkat kacamatan, kabupaten bahkan provinsi.
“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada Pemda, ini adalah suara aspirasi masyarakat yang telah lama mereka suarakan,” katanya.
Selain itu, Bahrudin juga memberikan kabar baik bahwa pada tahun ini akan ada pengaspalan jalan hotmix di jalur Salut Barat sepanjang 1,5 Km.
“Kami mulai dari jalur atas yang sudah tidak layak untuk disebut jalan. Proses pengerjaan penggusuran jalan akan dimulai pada akhir tahun 2025 ini,” imbuhnya.
Kades Salut itu menekankan bahwa prioritas utama pihaknya adalah wilayah atas karena jalan yang ada di zonasi tersebut belum pernah mengalami pengerasan atau perbaikan sebelumnya.
“Kami akan fokus di jalan bagian atas karena kondisinya sangat memprihatinkan,” tutup Bahrudin. (lai)
![]()



















