Lombok Utara, (NTB) Utarapos.com – Pengurus Besar (PB) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) melalui Dewan Dewan AMAN Nasional (Damanas) Bali-Nusra mengadakan pelatihan dan sosialisasi panduan pengawasan serta evaluasi Dewan AMAN Daerah (Damanda) berlokus di Komunitas Bayan selama dua hari dari tanggal 27 hingga 28 September 2025 terpusat di aula kantor Desa Bayan
Pelatihan dan sosialisasi panduan pengawasan dan evaluasi ini menghadirkan dua narasumber Dewan AMAN Naional (Damanas) Bali-Nusra Denda Suriasari S.Pd dan Anton Yohanis Bala, SH serta diikuti oleh Dewan AMAN Daerah se-Nusa Tenggara Barat (NTB) turut dihadir Direktur OKK PB AMAN Arifin Saleh, Kepala Desa Bayan Satradi,SP.,Tokoh Adat Bayan, Ketua AMAN Paer daya Sinarto bersama pengurus serta undangan lainnya
Pemdes Bayan, Satradi, dalam ungkapan penyambutannya menyampaikan, yang mana Kegiatan AMAN di Kabupaten Lombok Utara ini sangat representatif dan berkontribusi positif dalam membantu pemerintah daerah mengidentifikasi aset-aset adat yang dimiliki masyarakat serta pranata adat di gumi Tioq Tata Tunaq
Satradi juga menyoroti pentingnya pengawalan peraturan daerah (perda) mengenai pengakuan masyarakat adat, serta penjelasan mengenai pecatu-pecatu adat yang selama ini belum memiliki identitas yang jelas.
Diungkapkan oleh Satradi bahwa AMAN telah mengidentifikasi dan mengawal aset adat tersebut kepada pemerintah daerah
“Termasuk penyusunan dokumen identitas serta batas wilayah hutan adat” beber Kades Bayan itu
Sebagai Kepala Desa Bayan, ia menekankan bahwa tanggung jawab ini merupakan tugas berat yang diemban oleh AMAN, dan mengapresiasi upaya yang dilakukan.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan dan kerja keras teman-teman dari AMAN dalam mengawal kegiatan adat,” imbuhnya
“Saya berharap, dengan adanya Aman, hak-hak masyarakat adat, khususnya pecatu, dapat diperjuangkan. Pranata adat kita tidak memiliki gaji atau penghasilan tetap, sehingga pengelolaan pecatu oleh pranata adat menjadi sangat penting,” tambahnya
Pada kesempatan yang sama, Direktur OKK PB AMAN Arifin Saleh, yang turut hadir menjelaskan bahwa acara ini dihadiri oleh Sewan AMAN Daerah (Damanda) dari berbagai daerah di NTB, termasuk Lombok Timur, Sembalun, Lombok Tengah, Lombok Barat, Mataram, Bima, Sumbawa, dan Dompu. Pelatihan ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian organisasi Aman serta memperdalam pengetahuan tentang perjuangan masyarakat adat.
“Kegiatan selama dua hari ini akan fokus pada refleksi kerja-kerja organisasi AMAN dan menyusun panduan bagi dewan aman dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan evaluasi,” ungkap Arifin Saleh.
Ia berharap, setelah kegiatan ini, para Damanda dari setiap daerah dapat merumuskan rencana kerja bersama dan melakukan pengawasan terhadap anggaran dan pelaksanaan yang telah direncanakan.
“Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar Dewan Aman dan meningkatkan pengawasan terhadap aset-aset adat yang ada di NTB” tutupnya (lai)
![]()



















