MATARAM – Aktivitas tidak biasa terpantau di lingkungan Gedung Cipta Karya PUPR NTB pada Rabu (26/11/2025).
Berdasarkan pantauan langsung awak media, terlihat beberapa orang mendatangi gedung tersebut sambil membawa sebuah berkas berukuran satu kota bertuliskan Dji Sam Soe Premium yang diduga berisi dokumen penting.
Berkas tersebut dibawa oleh Wayan, salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di bawah naungan Kabid Cipta Karya PUPR NTB.
Wayan datang bersama tiga orang lainnya dua perempuan dan satu laki-laki yang menurut informasi sementara menginap di Hotel Golden Palace Mataram.
Dalam pembicaraan yang sempat terdengar, rombongan tersebut disebut-sebut datang bersama pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB dan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus). Bahkan, sumber internal menyebut bahwa tim tersebut berasal dari Kejaksaan Agung (Kejagung RI).
Bersamaan dengan Kehadiran Jampidum di NTB
Kedatangan rombongan ini bersamaan dengan agenda resmi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung RI, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, yang hari kemarin menghadiri kegiatan penandatanganan nota kesepahaman di Pendopo Gubernur NTB.
Acara tersebut meliputi, Penandatanganan MoU antara Kejati NTB dan Pemprov NTB, serta Penandatanganan Kerja Sama antara Kejari se-NTB dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Jampidum Kejagung RI: Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.Hum., Gubernur NTB: Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, S.IP., M.Si., Direktur C Jampidum: Agoes Soenanto Prasetyo, S.H., M.H., Kajati NTB: Wahyudi, S.H., M.H., Para Wali Kota dan Bupati se-NTB.
Spekulasi Menguat Cipta Karya Jadi Target Operasi
Kemunculan tim yang membawa dokumen tersebut di Gedung Cipta Karya di saat bersamaan dengan kehadiran pejabat tinggi Kejagung di NTB memunculkan beragam spekulasi. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati NTB maupun PUPR NTB terkait maksud kunjungan maupun isi berkas bersampul Dji Sam Soe Premium tersebut.
Media masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan menggali informasi lanjutan terkait aktivitas yang terpantau tersebut.
(Bersambung…)
![]()



















