Lombok Utara (NTB), utarapos.com – Wujud Komitmen Polres Lombok Utara dalam prmbrrs=antasan peredaran gelap narkotika diwilayah hukumnya terus digalakkan. Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum sesuai amanat Undang – Undang No. 35 Tahun 2009, Polres Lombok Utara lakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis shabu barang bukti hasil ungkap kasu bulan Mei 2026 dalam konferensi pers bertempat di Aula Sarja Arya Racana Polres stempat Selasa (09/06/2026). Dipimpin Kapolres Lombok Utara Polda NTB, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., dan dihadiri oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Mataram, awak media, serta perwakilan mahasiswa Kabupaten Lombok Utara.
Kapolres Lombok Utara Polda NTB, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., dalam keterangannya mengatakan dari total barang bukti shabu yang disita dari 3 Laporan Polisi (LP) pada bulan Mei 2026 seberat 71,73 gram (netto), sebagian disisihkan untuk uji lab (0,74 gram) dan persidangan (1,02 gram).
“Sementara yang dimusnahkan pada hari ini adalah seberat 69,97 gram (atau dibulatkan secara akumulatif berkala sekitar 69,91 gram)” ujarnya
Kapolres menambahkan, berikut rincian 3 perkara hasil pengembangan tersebut, yakni No. LP & Tersangka TKP Pengembangan Berat Bersih (Netto) Jumlah yang Dimusnahkan, 1. LP/A/21/V/2026 Tersangka, DK alias D Jalan Bung Hatta, Mataram, (Pengembangan dari Kecamatan, Kayangan, KLU) 8,50 gram 8,21 gram, 2. LP/A/25/V/2026, Tersangka: SJ alias P Desa Sugian, Sambelia, Lombok Timur, (Pengembangan dari Kec. Bayan, KLU) 4,89 gram 8,57 gram, 3. LP/A/26/V/2026
“Tersangka AR alias E Desa,Sugian Lauk, Sambelia, Lombok Timur, (Pengembangan dari Kecamatan, Bayan, KLU) 58,34 gram” terang Kapolres
Secara total, tambah Pamen berpangkat dua melati itu. Sepanjang tahun 2026 ini Polres Lombok Utara Polda NTB, tercatat telah melakukan dua kali pemusnahan barang bukti dengan akumulasi total mencapai 106,06 gram shabu.
Ditegaskan oleh orang nomor satu dijajaran Bhayangkara Lombok Utara itu. Selain penegakan hukum yang agresif (hard power), Polres Lombok Utara juga gencar melakukan upaya pencegahan (soft power).
“Pihak kepolisian aktif bersinergi dengan Pemerintah Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba” imbuh Agus Purwanta
Bahkan, Sambungnya lagi. Kapolres Lombok Utara memiliki program rutin setiap hari Sabtu untuk turun langsung mengunjungi Desa-Desa.
“Selain mengadakan bakti sosial dan bakti kesehatan, program ini dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat agar berani menolak dan melaporkan peredaran narkoba dilingkungan mereka” tutup AKBP Agus Purwanta SIK
Dalam pada itu, Kasat Narkoba Polres Lombok Utara Polda NTB, AKP I Nyoman Diana Mahardika, SH., MH., saat dibincangi awak media menjelaskan, tren pengungkapan kasus narkoba di Lombok Utara mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Tahun 2024 ada 47 perkara Tahun 2025, 51 perkara dan Tahun 2026 (Januari–Mei) 27 perkara. Baru berjalan lima bulan ditahun 2026, kami sudah mengungkap 27 perkara” bebernya
Atas perintah Kapolres, pihaknya memaksimalkan pengungkapan tidak hanya terhadap pengguna, tetapi juga bandar dan pengedar dengan mengejar langsung ke sumber barangnya,”ujar AKP I Nyoman Diana.
“Strategi supply reduction (memutus jalur pasokan) terbukti lewat pengungkapan kasus bulan Mei, dimana polisi melakukan pengembangan hingga ke luar wilayah Lombok Utara, yakni Kota Mataram dan Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur” sebutnya
Diakhir penyampaiannya, AKP I Nyoman Diana mengingatkan dan menimbau masyarakat pengguna narkoba merupakan korban yang harus disembuhkan.
“Bagi masyarakat, keluarga yang sudah terlanjur menjadi pecandu, jangan takut. Laporkan diri Anda ke kami atau langsung ke BNN untuk mendapatkan rehabilitasi. Negara telah menyiapkan wadah untuk memulihkan ketergantungan tersebut karena mereka adalah korban yang wajib diobati,”pungkasnya (sas)














