Sumbawa (NTB), utarapos.com – Aliasnsi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Pengurus Wilayah (PW) Nusa tenggara Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) V Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) NTB yang dirangkaikan dengan Dialog Kebijakan Multi-Pihak tentang Percepatan Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTB, di Sumbawa, Kamis (6/8/2026) dibuka oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori yang dihadiri Pengurus Besar (PB) AMAN, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara, M. Najib, perwakilan Komunitas adat se-NTB serta tamu undangan lainnya
Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori dalam sambutannya menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap masyarakat adat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mempercepat pengakuan masyarakat adat dan hutan adat.
Selain itu Ansori akrab disapa, juga mengapresiasi AMAN NTB yang memilih Kabupaten Sumbawa, khususnya komunitas adat Lawin, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muswil V AMAN NTB.
“Terima kasih kepada AMAN NTB yang telah memilih Kabupaten Sumbawa sebagai tempat pelaksanaan Muswil V AMAN NTB di komunitas adat Lawin. Ini menjadi kehormatan bagi kami,” ujarnya.
Wabup Sumbawa itu menilai forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat dalam mempercepat pengakuan hak-hak masyarakat adat.
Menurut Ansori, sejumlah daerah di NTB seperti Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang masyarakat adat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa perlu mengkaji kemungkinan penyusunan regulasi serupa.
“Perlu sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah serta membuka ruang komunikasi khusus mengenai masyarakat adat. Apalagi di NTB sudah ada daerah yang memiliki Perda masyarakat adat, seperti Lombok Timur dan Lombok Utara. Saya kira ini penting untuk dikaji di Kabupaten Sumbawa agar kita bisa bersama-sama mengambil peran dalam mendorong pengakuan masyarakat adat,” katanya.
Dalam sampaiannya, Ansori juga sempat melontarkan guyonan yang disambut tawa peserta yang hadir
“Saya pun tidak tahu leluhur saya. Saya dari kampung yang sangat jauh di pelosok Blitar sana. Jangan-jangan leluhur saya ada di sini juga,” kelakarnya.
Di penghujung sambutannya, Wabup Sumbawa secara resmi membuka Muswil V AMAN NTB yang akan berlangsung selama tiga hari. Ia berharap seluruh keputusan yang dihasilkan dapat mengakomodasi kepentingan masyarakat adat sekaligus menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan.
“Kami berharap hasil Muswil ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat adat,” pungkasnya.
Pembukaan Muswil ditandai dengan prosesi pemukulan rantok, dilanjutkan foto bersama serta peninjauan stan produk unggulan masyarakat adat dari berbagai daerah di NTB, di antaranya Kopi Tambora, Kopi Sembalun, produk masyarakat adat Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kabupaten Sumbawa (*)
















