Lombok Barat (NTB), utarapos.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lombok Barat kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian melalui penerimaan bahan baku cocomesh dari PT Nusa Bangkit Bersama sekaligus penyerahan hasil produksi karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (2/9).
Pada kegiatan tersebut, Lapas Lombok Barat menerima bahan baku sebanyak 875 roll cocomesh dari PT Nusa Bangkit Bersama. Di saat yang sama, Lapas juga menyerahkan 50 lembar cocomesh hasil produksi warga binaan kepada mitra kerja sebagai bagian dari siklus produksi yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Lapas Lombok Barat dalam memberikan pembinaan kemandirian yang produktif. Melalui program tersebut, warga binaan memperoleh keterampilan membuat cocomesh sekaligus menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Dadang Rais Saputro, mengatakan bahwa keberlanjutan produksi cocomesh menunjukkan komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan melalui sinergi dengan mitra kerja.
“Program pembinaan kemandirian seperti produksi cocomesh diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dan etos kerja warga binaan. Bekal yang diperoleh selama menjalani masa pidana diharapkan menjadi modal berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar dadang.
Ia menegaskan, penerimaan bahan baku dan penyerahan hasil produksi yang dilakukan secara bersamaan memastikan proses produksi tetap berjalan secara berkesinambungan.
“Selain bernilai ekonomis, cocomesh berbahan serat sabut kelapa juga memiliki manfaat bagi konservasi lahan dan pengendalian erosi” terangnya
Ia berharap. Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Lombok Barat terus memperkuat pembinaan kemandirian
“Sebagai upaya mencetak warga binaan yang terampil, produktif, dan siap berkontribusi positif setelah bebas” pungkas Kalapas Kelas IIA Lombok Barat mengakhiri (*)
















