Lombok Tengah (NTB), utarapos.com — Pengamanan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026, tak hanya mengandalkan personel di lapangan. Polda NTB turut memanfaatkan 347 kamera CCTV, bodycam, dan teknologi pengenalan wajah untuk memantau situasi keamanan secara real-time.
Kapolda NTB selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi (PJ Bijak Ops) pengamanan event MotoGP Mandalika dengan sandi Ops. Mandalika Rinjani 2026, melalui Kaposko Operasi AKBP Raindhard Maradona Manalu, S.I.K., M.H. mengatakan, pemantauan berbasis teknologi membantu menghimpun informasi terkini dari kawasan sirkuit, sebagai bahan pengendalian pengamanan.
“Kami menghimpun data-data secara real-time melalui CCTV, dan juga melalui perangkat bodycam dan face recognition yang ada. Sebanyak 347 CCTV kami pantau setiap hari untuk memberikan masukan kepada pimpinan, dalam mengendalikan keamanan di area Sirkuit Mandalika,” kata AKBP Raindhard, Minggu (11/10/2026), saat ditemui di Ruang Posko Center Polda NTB.
Menurut AKBP Raindhard, ratusan CCTV tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pengawasan kawasan sirkuit. Melalui pemantauan visual, petugas posko dapat memperoleh gambaran situasi di sejumlah titik, untuk membantu PJ Bijak Ops mengambil langkah sesuai perkembangan kondisi.
“Pemantauan melalui CCTV membantu kami mendapatkan gambaran situasi di kawasan sirkuit. Informasi yang dihimpun menjadi bahan masukan bagi pimpinan, untuk menentukan langkah pengamanan sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Selain CCTV, Polda NTB menggunakan bodycam untuk mendukung dokumentasi aktivitas personel saat bertugas. Perangkat tersebut dapat memberikan gambaran situasi dari sudut pandang petugas, sehingga membantu proses pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengamanan.
“Bodycam menjadi salah satu perangkat pendukung, untuk merekam aktivitas personel saat menjalankan tugas. Informasi dari lapangan ini dapat membantu kami melihat situasi secara lebih menyeluruh,” jelas AKBP Raindhard.
Teknologi face recognition (pengenalan wajah), juga menjadi bagian dari perangkat pendukung pengamanan. Sistem pengenalan wajah dapat membantu proses identifikasi sesuai fungsi, akses, dan kewenangan penggunaannya dalam mendukung kebutuhan operasional.
“Kami memanfaatkan perangkat teknologi yang tersedia untuk mendukung pengamanan. Setiap informasi yang diperoleh perlu digunakan sesuai fungsi dan kewenangan, agar membantu pelaksanaan tugas secara tepat,” katanya.
Diungkapkan, seluruh informasi yang dihimpun melalui perangkat pemantauan, menjadi bahan pendukung koordinasi antara posko dan personel di lapangan. Dengan pembaruan informasi secara real-time, perkembangan situasi dapat dilaporkan kepada PJ Bijak Ops untuk mendukung pengambilan keputusan.
“Data yang masuk ke posko kami manfaatkan untuk memberikan masukan kepada pimpinan. Koordinasi dan pembaruan informasi sangat penting, agar pengendalian pengamanan dapat berjalan sesuai perkembangan situasi,” ungkap AKBP Raindhard.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian dari Operasi Mandalika Rinjani 2026, untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Polda NTB terus mengoptimalkan pemantauan dan koordinasi, agar situasi keamanan di kawasan sirkuit tetap kondusif.
“Kami berupaya mengoptimalkan seluruh perangkat yang tersedia, untuk mendukung pengamanan MotoGP Mandalika 2026. Harapannya, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar,” tutupnya. (sas)
![]()
















