Rembuk Perempuan Adat, Japarti: Langkah Proaktif Cegah Perkawinan Usia Dini

Kepala Desa Gumantar, Japarti (Tengah) bersama Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Kecamatan Kayangan, Raden Sawingih dan Field Koordinator Lakpesdam PWNU NTB M Jayadi saat menghadiri Rembuk Perempuan adat Kamis (31/7/2025)

Lombok Utara (NTB), Utarapos.com – Tokoh Masyarakat Gumantar yang juga menjabat sebagai Kepala Desa, Japarti menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua peserta dan nara sumber Rembug Perempuan Adat yang hadir guna berembuk dalam rangka membedah pola pikir bersama terkait bagaimana melakukan perubahan dalam menangani isu-isu penting seperti perkawinan anak, problem kekerasan pada anak dan perempuan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kades Gumantar saat menhadiri Rembuq Perempuat adat yang digelar oleh Lakpesdam PWNU NTB di Dusun Beleq, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kamis (31/7/ 2025).

Ia juga mengapresiasi atas inisiasi program inklusi dengan diadakannya Rembuk perempuan adat yang mengusung tema Transformasi Gagasan Perempuan Adat Untuk Perlindungan Perempuan dan Anak Dari Potensi Kekerasan” dengan fokus pada transformasi penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami sangat bahagia bisa mengadakan pertemuan ini untuk membahas isu penting terkait perkawinan anak. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu dari seluruh Kabupaten Lombok Utara,” tuturnya bangga.

Ia menegaskan selama ini pihaknya hanya mendengar terkait larangan perkawinan anak, namun kali ini dilibatkan secara langsung sebagai tokoh masyarakat dan adat.

“Kami merasa istimewa bisa berpartisipasi dalam diskusi ini,” timpalnya sumringah.

Jafarti menekankan pentingnya kolaborasi tokoh adat dalam mencegah perkawinan anak usia dini berdasarkan nilai-nilai budaya lokal.

“Upaya kami untuk melindungi anak-anak dari perkawinan usia dini salah satunya dengan mempertimbangkan budaya setempat. Semoga pertemuan ini dapat menghasilkan langkah nyata,” tandasnya.

Kepala Desa Gumantar itu juga mengharapkan kegiatan tersebur dapat memberikan perubahan positif di Desa Beleq Gumantar.

“Kami menyadari banyak kekurangan di desa kami. Atas nama pemerintah serta masyarakat Gumantar, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini,” tutupnya. (lai)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *